Ali Akui Keberadaan Dualisme KNPI Mengundang Gesekan di Banten
0 menit baca
Bantenekspose.com - Ketua DPD KNPI Provinsi Banten, Ali Hanafiah akui keberadaan organisasi KNPI terjadi dualisme (dua kubu) telah mengundang gesekan-gesekan di daerah khususnya di Provinsi Banten.
"Mudah-mudahan kegiatan rapat pimpinan purna nasional (rapimpurnas) menjadi solusinya," kata Ali dalam sambutannya pada kegiatan rapimpurnas dengan tajuk "Pemuda pengawal pesta demokrasi Indonesia" di hotel Le Dian, Kota Serang, Selasa (5/6/18).
Sementara, ketua panitia pelaksana rapimpurnas Jakarta - Banten, Ipan Hilmawan menuturkan, rapimpurnas ini merupakan kelanjutan kegiatan kongres yang akan digelar di Provinsi Aceh pada 28 Oktober 2018. Mudah-mudahan pemilihan ketua umum KNPI bisa berjalan dengan iramanya, jangan disinggung dengan hal-hal diluar dugaan kepemudaan.
"Kami berharap tata kelola manajemen pada saat kongres di Aceh nanti, dalam penyambutan untuk memilih satu orang pemimpin, bukan dua orang pemimpin," harapnya. (Emde)
"Mudah-mudahan kegiatan rapat pimpinan purna nasional (rapimpurnas) menjadi solusinya," kata Ali dalam sambutannya pada kegiatan rapimpurnas dengan tajuk "Pemuda pengawal pesta demokrasi Indonesia" di hotel Le Dian, Kota Serang, Selasa (5/6/18).
Sejauh ini, sambung Ali, alhamdulillah sudah ada keputusan dari DPP Pusat bahwa akan digagas kongres bersama yang akan dilaksanakan di Provinsi Banten. Artinya, tidak akan ada lagi ketua umum double dengan adanya kesepakatan itu."Mudah-mudahan kongres yang akan digelar nanti dapat menyelesaikan persoalan dualisme KNPI khususnya di Provinsi Banten. Karena bagaimana pun pemuda harus bersatu demi tegaknya negara kesatuan republik Indonesia," ujar Ali.
Sementara, ketua panitia pelaksana rapimpurnas Jakarta - Banten, Ipan Hilmawan menuturkan, rapimpurnas ini merupakan kelanjutan kegiatan kongres yang akan digelar di Provinsi Aceh pada 28 Oktober 2018. Mudah-mudahan pemilihan ketua umum KNPI bisa berjalan dengan iramanya, jangan disinggung dengan hal-hal diluar dugaan kepemudaan.
"Kami berharap tata kelola manajemen pada saat kongres di Aceh nanti, dalam penyambutan untuk memilih satu orang pemimpin, bukan dua orang pemimpin," harapnya. (Emde)
