Yatim Ini Bahagia, Mendapatkan Santunan
0 menit baca
Bantenekspose.com - Senyum bahagia tampak terlihat di wajah anak-anak yatim dan ibu-ibu yang sedang berkumpul di Masjid Al Isti'anah, Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg, Mereka berkumpul dalam rangka pembagian santunan dan bantuan paket sembako yang diberikan oleh Donatur.
Kegiatan santunan yang dibungkus dengan pengajian itu berlangsung Khidmat. Ceramah agama yang disampaikan Ust.Komarudin Awam dan alunan ayat - ayat suci Al - Qur'an di kumandangkan oleh Drs Khumaidi membuat suasana semakin haru.
Julaeha, salah satu yatim yang mendapat santunan tak lain mengucapkan, ucapan terima kasih kepada orang - orang dermawan yang kerap mempedulikan kehidupannya. Bantuan sembako dan santunan yang ia dapat, akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli kebutuhan sekolah.
"Alhamdulillah, Berasnya buat dimasak. Uangnya diirit-irit buat beli peralatan sekolah, kadang juga ditabungin kalau ada yang ngasih," kata Juleha dengan nada polos.
Bocah yang saat ini genap berusia 12 tahun itu, sejak berusia 6 tahun sudah ditinggal oleh ayahnya. Ibu nya bekerja sebagai tukang kuli cuci. Tak jarang kesehariannya, ia kerap membantu pekerjaan ibunya, selepas belajar.
"Kalau Emak kerja nya kuli nyuci, Kasihan ngeliat Emak cape, sering juga saya ngebantuin kerjaannya," imbuhnya.
Julaeha mengaku bersyukur banyak orang yang perhatian kepadanya, sehingga dapat menghapuskan rasa sedihnya. Terlebih di saat hari-hari besar Islam, yakni hari raya idul fitri dan Idul Adha yang mana setiap keluarga dapat berkumpul dan bersahaja, sementara ia hanya memliki ibu seorang.
"Kalau lebaran mah sedih, kadang - kadang iri juga ngeliat teman-teman yang orang tuanya masih kumplit," paparnya. (dam).
Kegiatan santunan yang dibungkus dengan pengajian itu berlangsung Khidmat. Ceramah agama yang disampaikan Ust.Komarudin Awam dan alunan ayat - ayat suci Al - Qur'an di kumandangkan oleh Drs Khumaidi membuat suasana semakin haru.
Julaeha, salah satu yatim yang mendapat santunan tak lain mengucapkan, ucapan terima kasih kepada orang - orang dermawan yang kerap mempedulikan kehidupannya. Bantuan sembako dan santunan yang ia dapat, akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli kebutuhan sekolah.
"Alhamdulillah, Berasnya buat dimasak. Uangnya diirit-irit buat beli peralatan sekolah, kadang juga ditabungin kalau ada yang ngasih," kata Juleha dengan nada polos.
Bocah yang saat ini genap berusia 12 tahun itu, sejak berusia 6 tahun sudah ditinggal oleh ayahnya. Ibu nya bekerja sebagai tukang kuli cuci. Tak jarang kesehariannya, ia kerap membantu pekerjaan ibunya, selepas belajar.
"Kalau Emak kerja nya kuli nyuci, Kasihan ngeliat Emak cape, sering juga saya ngebantuin kerjaannya," imbuhnya.
Julaeha mengaku bersyukur banyak orang yang perhatian kepadanya, sehingga dapat menghapuskan rasa sedihnya. Terlebih di saat hari-hari besar Islam, yakni hari raya idul fitri dan Idul Adha yang mana setiap keluarga dapat berkumpul dan bersahaja, sementara ia hanya memliki ibu seorang.
"Kalau lebaran mah sedih, kadang - kadang iri juga ngeliat teman-teman yang orang tuanya masih kumplit," paparnya. (dam).
