MTs dan MA Daarul 'Ulum Panyaungan Gelar Pelepasan Siswa
0 menit baca
Bantenekspose.com - Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Daarul 'Ulum Panyaungan menggelar pelepasan siswa-siswi tahun pelajaran 2015-2018, di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Daarul 'Ulum (YPPDU) Panyaungan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak, Ahad (13/5/18).
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir ketua yayasan pondok pesantren Daarul 'Ulum, ketua komite, pengawas pendidikan agama, camat Cihara, babinsa Cihara, kepala desa Panyaungan, tokoh ulama, tokoh masyarakat, para tamu undangan dan wali murid.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Aliyah Daarul 'Ulum (MA DU) Panyaungan, Pahruroji Al-Ghazali mengatakan, pondok pesantren dan madrasah yang dikelolanya merupakan suatu lembaga pendidikan formal baik dibidang ilmu keagamaan dan ilmu umum. Selama ini, satriawan/i atau siswa/i yang ada dilingkungan lembaga pendidikan tersebut, terus menerus mengembangkan soft skill (kemampuan) pribadinya masing-masing dengan dilandasi iman dan taqwa.
"Alhamdulillah, siswa-siswi Madrasah Aliyah terus meraih prestasi disegala bidang. Kepercayaan yang telah diberikan bapak ibu (wali murid) ini menjadi kebanggaan bagi kami dan kebanggaan kita bersama," ungkapnya, dihadapan siswa, wali murid dan tamu undangan.
Masih kata dia, pihaknya selalu berkomitmen disetiap awal tahun pelajaran bahwa akan terus mencetak generasi yang unggul dan berprestasi. Oleh karena itu, mari dukung pengembangan madrasah ini untuk terus meningkatkan dalam berprestasi, baik secara akademik maupun non akademik, dan lebih lagi prestasi dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
"Walaupun sudah selesai ujian standar nasional (UN), sudah selesai ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN). Saya tekankan kepada mereka (siswa-siswi), jangan harap bisa ngambil ijazah kalau belum hafal tahlil, kalau belum hafal Yasin," kata pria yang kerap disapa Uspah itu.
Senada hal tersebut, dikatakan Saeroji Al-Ghazali, ketua Yayasan Pondok Pesantren Daarul 'Ulum (YPPDU) Panyaungan, dirinya mengakui masih teringat ucapan atau amanat pendiri (penggagas) yayasan ini, bahwa dalam mengelola lembaga pendidikan pesantren dan madrasah, atau dalam hal apapun itu beliau menekankan keikhlasan.
"Bapak-ibu (wali murid) yang menitipkan anaknya ke yayasan ini, tentunya harus dilandasi dengan keikhlasan. Keikhlasan untuk bagaimana mendukung sepenuhnya pendidikan anak-anak (siswa-siswi) yang ada di yayasan pondok pesantren Daarul 'Ulum (YPPDU)," ucapnya.
Kendati demikian, dengan berlandaskan keikhlasan ilmu yang didapatkan oleh siswa-siswi dapat bermanfaat. Ia mengakui walaupun secara sarana dan prasarana (fasilitas) belum maksimal, tapi kata dia itu bukan suatu alasan untuk terus meningkatkan prestasi bagi anak didiknya.
"Insya Allah, dengan segala keikhlasan, ikhlas dalam mengajar, maka kita kedepan akan lebih bagus dalam mengukir prestasi. Mungkin, secara jumlah (kwantitas) murid belum banyak, tapi ketika prestasi siswa terus meningkat itu akan menjadi kebanggaan kita," pungkasnya. (Emde)
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir ketua yayasan pondok pesantren Daarul 'Ulum, ketua komite, pengawas pendidikan agama, camat Cihara, babinsa Cihara, kepala desa Panyaungan, tokoh ulama, tokoh masyarakat, para tamu undangan dan wali murid.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Aliyah Daarul 'Ulum (MA DU) Panyaungan, Pahruroji Al-Ghazali mengatakan, pondok pesantren dan madrasah yang dikelolanya merupakan suatu lembaga pendidikan formal baik dibidang ilmu keagamaan dan ilmu umum. Selama ini, satriawan/i atau siswa/i yang ada dilingkungan lembaga pendidikan tersebut, terus menerus mengembangkan soft skill (kemampuan) pribadinya masing-masing dengan dilandasi iman dan taqwa.
"Alhamdulillah, siswa-siswi Madrasah Aliyah terus meraih prestasi disegala bidang. Kepercayaan yang telah diberikan bapak ibu (wali murid) ini menjadi kebanggaan bagi kami dan kebanggaan kita bersama," ungkapnya, dihadapan siswa, wali murid dan tamu undangan.
Masih kata dia, pihaknya selalu berkomitmen disetiap awal tahun pelajaran bahwa akan terus mencetak generasi yang unggul dan berprestasi. Oleh karena itu, mari dukung pengembangan madrasah ini untuk terus meningkatkan dalam berprestasi, baik secara akademik maupun non akademik, dan lebih lagi prestasi dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
"Walaupun sudah selesai ujian standar nasional (UN), sudah selesai ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN). Saya tekankan kepada mereka (siswa-siswi), jangan harap bisa ngambil ijazah kalau belum hafal tahlil, kalau belum hafal Yasin," kata pria yang kerap disapa Uspah itu.
Senada hal tersebut, dikatakan Saeroji Al-Ghazali, ketua Yayasan Pondok Pesantren Daarul 'Ulum (YPPDU) Panyaungan, dirinya mengakui masih teringat ucapan atau amanat pendiri (penggagas) yayasan ini, bahwa dalam mengelola lembaga pendidikan pesantren dan madrasah, atau dalam hal apapun itu beliau menekankan keikhlasan.
"Bapak-ibu (wali murid) yang menitipkan anaknya ke yayasan ini, tentunya harus dilandasi dengan keikhlasan. Keikhlasan untuk bagaimana mendukung sepenuhnya pendidikan anak-anak (siswa-siswi) yang ada di yayasan pondok pesantren Daarul 'Ulum (YPPDU)," ucapnya.
Kendati demikian, dengan berlandaskan keikhlasan ilmu yang didapatkan oleh siswa-siswi dapat bermanfaat. Ia mengakui walaupun secara sarana dan prasarana (fasilitas) belum maksimal, tapi kata dia itu bukan suatu alasan untuk terus meningkatkan prestasi bagi anak didiknya.
"Insya Allah, dengan segala keikhlasan, ikhlas dalam mengajar, maka kita kedepan akan lebih bagus dalam mengukir prestasi. Mungkin, secara jumlah (kwantitas) murid belum banyak, tapi ketika prestasi siswa terus meningkat itu akan menjadi kebanggaan kita," pungkasnya. (Emde)
