Jelang Lebaran, DPRD Kota Serang Minta Disperindagkop Awasi Daging Oplosan
0 menit baca
Bantenekspose.com - Guna mengantisipasi kekhawatiran terjadi adanya pengoplosan daging di pasar-pasar yang ada di Kota Serang menjelang lebaran idul fitri tahun 2018 ini, sebut saja daging celeng.
Ketua DPRD Kota Serang, H. Namin, SH meminta Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Disperindagkop dan Satpol-PP agar terjun langsung ke lapangan melakukan pengawasan (sidak). Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya pengoplosan daging, selain daging sapi dan kerbau.
"Kita antisipasi jangan sampai terjadi pengoplosan daging yang dijual, seharusnya daging sapi dan daging kerbau, tapi malah daging lain yang dijual hanya untuk mencari keuntungan," ungkap Namin kepada Banteneksose.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/5/18).
Namin membeberkan, dalam waktu dekat ini pihaknya telah mengagendakan akan turun ke pasar guna mengantisipasi melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok dan harga daging. Selain itu juga masih banyak hal yang harus diwaspadai termasuk kekhawatiran adanya indikasi pengoplosan daging celeng tersebut. Intinya, jangan sampai pedagang (produsen) ini memanfaatkan momen dan pada akhirnya merugikan si pembeli (konsumen).
"Kita akan turun ke lapangan ini banyak hal yang akan kami soroti, termasuk ada kekhawatiran pengoplosan daging yang sering kita dengar yaitu daging celeng. Jangan sampai ada yang dirugikan," kata Namin.
Namin menjelaskan, agenda tersebut dalam menyambut momentum ramadhan, juga dalam upaya penegakan Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat).
"Ya, kita juga akan ikut memantau, akan ikut melakukan pengawasan, melakukan sidak ke tempat, agar memastikan persoalan-persoalan terjadinya kenaikan harga itu tidak melampau tinggi," tukasnya. (Emde)
Ketua DPRD Kota Serang, H. Namin, SH meminta Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Disperindagkop dan Satpol-PP agar terjun langsung ke lapangan melakukan pengawasan (sidak). Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya pengoplosan daging, selain daging sapi dan kerbau.
"Kita antisipasi jangan sampai terjadi pengoplosan daging yang dijual, seharusnya daging sapi dan daging kerbau, tapi malah daging lain yang dijual hanya untuk mencari keuntungan," ungkap Namin kepada Banteneksose.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/5/18).
Namin membeberkan, dalam waktu dekat ini pihaknya telah mengagendakan akan turun ke pasar guna mengantisipasi melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok dan harga daging. Selain itu juga masih banyak hal yang harus diwaspadai termasuk kekhawatiran adanya indikasi pengoplosan daging celeng tersebut. Intinya, jangan sampai pedagang (produsen) ini memanfaatkan momen dan pada akhirnya merugikan si pembeli (konsumen).
"Kita akan turun ke lapangan ini banyak hal yang akan kami soroti, termasuk ada kekhawatiran pengoplosan daging yang sering kita dengar yaitu daging celeng. Jangan sampai ada yang dirugikan," kata Namin.
Namin menjelaskan, agenda tersebut dalam menyambut momentum ramadhan, juga dalam upaya penegakan Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat).
"Ya, kita juga akan ikut memantau, akan ikut melakukan pengawasan, melakukan sidak ke tempat, agar memastikan persoalan-persoalan terjadinya kenaikan harga itu tidak melampau tinggi," tukasnya. (Emde)
