NEWS

Jalan Rusak, Warga Minta Pertanggungjawaban Pengembang

Bantenekspose.com - Jalan berlubang  di sepanjang jalan komplek perumahan Bumi Anggrek Kelurahan Kalodran Kecamatan Walantaka Kota Serang, warga minta (tuntut) pertanggung jawaban dari pihak pengembang (PT. Primayasa) agar segera diperbaiki.

Menurut dari keterangan warga setempat, sebelumnya warga telah melakukan aksi demonstrasi di lokasi tersebut, hal itu dilakukan agar aspirasi (keluhan) dapat didengar oleh pihak pengembang. 

"Walaupun pihak pengembang ada aturannya pakai aspal curah, tapi warga sih mintanya yang standar," kata Adi, kepada Bantenekspose.com, Selasa (1/5/18).

Masih kata Adi, dalam waktu sebulan ini warga sudah dua kali turun ke jalan (aksi demonstrasi) dalam menyampaikan aspirasinya. Namun, dari pihak pengembang belum ada jawaban yang konkret.

"Sebulan ini aksinya sudah 2 kali, terkahir hari kemarin," ucapnya.

Dalam pengerjaan proyeknya pun, Adi menduga ada pengurangan spek. Selain itu, alat berat (selinder) yang digunakannya kurang lama. Kata dia, walaupun dirinya tidak seberapa paham cara pengerjaan itu, namun ia melihat secara kasat mata.

"Kalau saya lihat sih ada, walaupun saya belum seberapa paham. Tapi Saya lihat ada. Nggak cuma lah, aspal ditabur kasih aspal curah, udah. Terus alat beratnya kurang lama (selinder) itu hanya sekali dua kali lewat doang. Biasanya kan itu lama, sampe berkali-kali supaya padat lah, tapi itu nggak," ternagnya.

Adi membeberkan, sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak pengembang, bagaimana pertanggungjawabannya? Namun, kata dia dari pemerintah setempat  (pemerintah kelurahan) untuk menangani hal itu sudah ada.

"Tanggapan dari pengembang belum ada, Ya, baru ditengahi sama kelurahan. Tapi, belum ada tanggapan dari pihak pengembangnya," ujarnya.

Adi menambahkan, semenjak perumahan ini dibangun pihak pengembang hanya bisa melakukan tambah sulam sesuai dengan kemampuannya. Namun warga menolak, kata dia warga maunya secara keseluruhan.

"Warga tidak mau kalau tambal sulam, mintanya sih walau aspal curah harus keseluruhan, kan jadinya malah berdebu," keluhnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat setempat,  Kiflan Harahap membenarkan, bahwa warganya menuntut perbaikan jalan dengan bahan material yang standar (layak), agar tidak cepat rusak.

"Kalau yang saya dengar, mereka hanya menuntut perbaikan jalan. Kedua, kalau sudah diperbaiki warga minta pake bahan yang standar agar tidak cepet rusak lagi, hanya itu. Kalau ada permintaan yang lain-lain saya tidak tahu, cuma itu yang saya dengar," jelasnya.

Ia menjelaskan, perumahan tersebut didirikan sekitar tahun 2006. Sebetulnya, kerusakan jalan kadang-kadang diperbaiki. Walaupun, sudah rampung pengerjaannya rusak lagi, mungkin karena pengaruh hujan.

"Sebenarnya, kerusakannya kadang-kadang diperbaiki, sudah itu rusak lagi. Mungkin karena pengaruh hujan," katanya.

Kendati demikian, ia berharap agar pihak pengembang (PT. Primayasa) menanggapi aspirasi (keinginan) warga. Warga juga akan berusaha untuk mengimbangi. Tapi, warga berkeinginan dalam pembangunannya itu yang layak.

"Mereka ingin bangunan yang layak, dan kalau rusak segera diperbaiki lagi saja. Jangan berlarut-larut," harapnya. (Emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar