Bulan Puasa, Satpol PP Razia Rumah Makan Buka Siang Hari
0 menit baca
Bantenekspose.com - AP
salah seorang karyawan disalahsatu Ruko Modernland tidak dapat menyembunyikan
rasa malunya saat petugas Satpol PP Kota Tangerang mendapatinya sedang asyik
menyantap makan siangnya dibulan puasa, Kamis (24/5) kemarin.
AP yang semula lahap menyantap makan siangnya mendadak
bangun dari tempatnya duduk dan segera meninggalkan warung makan tersebut dan
beranjak pergi
Saking tergesa-gesanya, AP Lupa membayar makanan yang baru
saja disantapnya, Hal tersebut sontak membuat pedagang makanan tersebut
mengejar AP untuk membayar makanan tersebut.
"Mas bayar ini dulu," kata penjual sate yang
sehari hari membuka kiosnya di belakang ruko modernland.
AP yang sudah terlanjur malu tersebut, segera mengeluarkan
uang pecahan lima puluh ribunya dan meninggalkan penjual makanan tersebut tanpa
meminta uang kembalinya.
"Udah ambil aja kembaliannya," kata AP seraya
meninggalkan penjual tersebut.
Bukan hanya AP, pada penertiban tersebut juga terlihat
puluhan pengunjung warung makan lainnya turut berhamburan keluar meninggalkan
makanan yang sedang disantapnya.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota
Tangerang Gufron Falfeli mengatakan, pihaknya akan terus menggelar serangkaian
penertiban untuk menciptakan kenyamanan dan Kekhusyuan masyarakat yang sedang
menjalankan ibadah puasa.
"Kita sudah diarahkan kepala Satpol PP untuk memberikan
rasa nyama bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, dan aturan
yang mengatur jam buka rumah makan sudah disebarkan," kata Gufron kepada
wartawan.
Menurutnya, kendati telah kedapatan buka pada jam yang tidak
ditentukan, pihaknya hanya mendata pemilik rumah makan tersebut untuk tidak
lagi membuka warung makannya sebelum waktu yang telah ditentukan oleh
Pemerintah Kota Tangerang.
"Kita tetap mengedepankan sisi humanis, kita hanya
mendata pemilik warung makan tersebut untuk tidak lagi buka, tentunya jika itu
kembali dilanggar kita tidak akan segan-segan memberikan sanksi dengan menyita
lapak yang mereka gunakan untuk berjualan," jelasnya. (dam/wan)
