NEWS

Asep Rahmatullah: Saya Ingin Santri Dikaryakan dan Disertifikasikan

Bantenekspsoe.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten Asep Rahmatullah menginginkan santriawan-santriawati di Banten yang sudah lulus (khatam) dari  pondok pesantren agar dapat dikaryakan (diberdayakan) di masyarakat. Tak hanya itu dirinya juga ingin bagi mereka (santriawan-santriawati) untuk mendapatkan sertifikat (disertifikasikan) oleh pemerintah.

Ia mengatakan, sebuah keinginan ini muncul dari sebuah keprihatinan terhadap kondisi masjid yang ada di komplek-komplek perumahan, kadang-kadang kompleknya kecil mesjidnya ada 4 (empat) tapi yang mengisinya kurang dan imamnya tidak ada.

"Jadi, mudah-mudahan nanti kalau kita bisa kerjasamakan dengan MUI dan yang lainnya nanti kita duduk bersama, yang lulusan-lulusan pondok pesantren salafi itu disertifikasi sama kita untuk dikaryakan yaitu menjadi pengajar ngaji di mesjid-mesjid yang ada di Provinsi Banten," kata Asep dalam sambutannya dihadapan tokoh agama, tokoh ulama, para kiyai dan santri pada saat menghadiri kegiatan silaturahmi Danrem 064/MY dengan pimpinan ponpes, di Makorem 064/MY, Kota Serang, Jum'at sore (25/5/18).

Sambung Asep, karena nanti kalau sudah lulus pondok pesantren, sudah khatam kitab kuning dan lain-lainnya.  Jikalau tidak dikaryakan takut ilmunya tidak diamalkan (dimanfaatkan) dan lebih dikhawatirkan lagi malah melakukan hal yang negatif.

Tapi insya Allah, masih kata Asep, kalau dikaryakan ketika menjelang sore-sore nanti atau menjelang shalat maghrib para anak-anak (generasi muda) dan masyarakat baik di komplek maupun di tempat lainnya terbangun suasana keharmonisan seperti di lingkungan pondok pesantren. Karena saat ini digenerasi muda sudah jarang, beda halnya seperti dulu. Sekarang dimana-dimana sudah tidak ada (jarang) karena tidak ada yang mengajar ngajinya, karena tidak semua putra-putrinya dipesantrenkan (dimasukan ke pondok pesantren).

"Maka apabila kita tidak memiliki kepedulian untuk terjun langsung kepada masyarakat, mentransfer ilmu agamanya kepada masyarakat . Artinya, kita hanya kumpul-kumpul saja tidak ada edukasi yang ditransfer kepada masyarakat. Artinya, itu juga akan dipertanyakan nantinya di yaumil akhir nanti," ungkapnya.

Asep menambhakan, jangan sampai mereka (santriawan-santriawati) sudah bertahun-tahun menimba ilmu agama di pondok pesantren hingga khatam kitab kuning dan segala macamnya. Oleh sebab itu, dari silaturahmi ini dengan tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren nantinya agar bisa duduk bersama untuk memikirkan (membahas) para santriawan-santriawati yang sudah lulus, yang sudah dianggap khafah untuk mengajarkan syari'at Islam kepada masyarakat, dan membahas perihal sertifikasi mereka.

"Agar santri hadir di tiap-tiap mesjid, kalau sore mereka bisa ngajar ngaji anak-anak kita, ada yang mengimami di mesjidnya," tukasnya. (Emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar