Tanggulangi Serangan Hama, Distanbun Lebak Terjunkan Tim
0 menit baca
Bantenekspose.com - Memasuki musim tanam pertama pada tahun
2018, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak menerjunkan tim penanggulangan hama penyakit lahan pesawahan (Bridgade). Hal
ini dilakukan untuk meningkatkan produksi padi dan ketahan pangan di wilayah
Kabupaten Lebak.
Kepala Distanbun Kabupaten Lebak, Dede Supriatna mengatakan,
di musim tanam ke satu tahun ini, pihakanya akan terjunkan tim pembasmi hama
yang telah terbentuk. Tim ini nantinya akan bertugas untuk menanggulangi
serangan hama di areal persawahan padi.
“Tim pembasmi hama
ini, nantinya bekerja langsung ke lapangan saat menerima laporan adanya
serangan hama di areal pesawahan dengan dilengkapi sarana dan
prasana. Seperti, obat-obatan dan alat pembasmi hama sampai kendaraan
operasional lapangan yang disediakan di setiap tiap UPTD Pertanian
di kecamatan,” katanya
Dikatak Dede, Kabupaten Lebak memiliki luas 304.472 hektare
terdiri dari lahan sawah seluas 47.760 hektare dan lahan darat seluas 256.711,8
hektare. “Alhamdulillah, produksi padi setiap tahunya selalu surplus. Pada
tahun 2017 lalu produksi padi di Lebak surplus,” Imbuhnya
Sementara, Sekretaris
Distanbun Kabupaten Lebak, Ade Fahrulwadi mengatkan, pada tahun ini Kabupaten
Lebak menargetkan produksi padi sawah sebanyak 600.006 ton GKP atau setara
dengan 510.006 ton GKG (gabah kering giling).
Pihaknya Optimis target itu akan bisa tercapai, bila melihat
hasil produksi padi setiap tahunnya. Dikatakannya, produksi padi di Kabupaten
Lebak masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan baik melalui strategi
peningkatan produktivitas maupun melalui strategi peningkatan indeks pertanaman
(IP).
“Strategi pertama meningkatkan produktivitas beras melalui
peningkatkan produktivitas masih sangat berpeluang besar dilakukan, dimana
rata-rata produktivitas aktual hasil panen petani baru mencapai 5,6 ton GKP per
hektare,” ujarnya. (Kohar)
