LMND Siap Peringati May Day Bersama Gerakan Buruh
0 menit baca
Bantenekspose.com - Peringatan hari buruh internasional (May Day), yang jatuh pada 1 Mei mendatang, tidak hanya akan diperingati oleh kaum buruh saja. Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), secara nasional telah menyerukan kepada internal organisasi dan mengeluarkan seruan terbuka, menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam peringatan momen tersebut.
Menurut Raden Deden Fajarullah selaku Ketua Umum LMND, Mahasiswa yang tergabung dalam LMND beserta jaringannya akan menggelar aksi demonstrasi di setiap daerah. Diantaranya Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara.
Raden menjelaskan, aksi yang akan digelar oleh LMND akan terpusat di Jakarta dan melibatkan LMND Banten, serta akan bergabung ke dalam aliansi Front Perjuangan Rakyat (FPR) yang akan melakukan aksi serentak di 22 provinsi, 36 kota/kabupaten juga di Hongkong.
Bukan pertama kali bagi LMND terlibat dalam peringatan hari buruh internasional, kata Raden. Pasalnya, LMND menyadari bahwa tugas dari pemuda mahasiswa adalah belajar. "Belajar dari persoalan-persoalan rakyat, sehingga persoalan-persoalan rakyat dijadikan bahan study yang llmiah untuk bersama-sama mencari jalan keluar atas situasi tersebut," ujarnya, melalui pesan watshApp.
Masih kata Raden, sehingga LMND meletakan persoalan rakyat sebagai program perjuangan, juga tidak ada yang dapat membantah untuk terlibat didalam Mayday, terkhusus disituasi semakin merosot dan beban derita yang berkepanjangan bagi kehidupan rakyat akibat krisis internasional dan dalam negeri yang terus menerus ditanggung oleh rakyat Indonesia.
Raden menegaskan, bagi LMND, dalam perjuangan mayday, mahasiswa bukan hanya sebatas bersolidaritas, tetapi terlibat bersama dalam Perjuangan. Karena permasalahan yang diterima oleh mahasiswa terdapat hubungan yang tidak terputus atas permasalahan kelas buruh.
"Begitupun kebijakan politik upah murah yang tidak bisa dilepaskan dari banyaknya pemuda putus sekolah," tegasnya.
Selain itu, Raden juga menyinggung persoalan upah, lulusan-lulusan mahasiswa tidak memiliki harapan upah layak dan jaminan pekerjaan. Karena rezim Jokowi-JK trlah menetapkan kebijakan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
"Hal itu akan membatasi kenaikan upah, diberlakukannya upah sektoral, tidak meratanya sistem pengupahan setiap daerah, sistem kerja Kontrak, outsourcing, dan pemagangan. Begitupun serentetan Kebijakan lainnya yang menurut Jokowi sebagai jawaban atas perbaikan keadaan," katanya.
Kendati demikian, Raden mendorong gerakan buruh Indonesia agar terus memperkuat persatuan rakyat dan tidak meninggalkan perjuangan reforma agraria sejati di Indonesia.
"Karena tanpa penghapusan monopoli tanah mustahil politik upah murah dapat diselesaikan. Tanpa menghancurkan monopoli tanah, mustahil pembangunan industrialisasi nasional dapat diwujudkan di Indonesia. Begitupun mengenai pendidikan yang ilmiah, demokratis dan pengabdi kepada rakyat sebagai pengembangan dan penunjang dari terlaksananya reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional," pungkasnya. (Emde)
Menurut Raden Deden Fajarullah selaku Ketua Umum LMND, Mahasiswa yang tergabung dalam LMND beserta jaringannya akan menggelar aksi demonstrasi di setiap daerah. Diantaranya Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara.
Raden menjelaskan, aksi yang akan digelar oleh LMND akan terpusat di Jakarta dan melibatkan LMND Banten, serta akan bergabung ke dalam aliansi Front Perjuangan Rakyat (FPR) yang akan melakukan aksi serentak di 22 provinsi, 36 kota/kabupaten juga di Hongkong.
Bukan pertama kali bagi LMND terlibat dalam peringatan hari buruh internasional, kata Raden. Pasalnya, LMND menyadari bahwa tugas dari pemuda mahasiswa adalah belajar. "Belajar dari persoalan-persoalan rakyat, sehingga persoalan-persoalan rakyat dijadikan bahan study yang llmiah untuk bersama-sama mencari jalan keluar atas situasi tersebut," ujarnya, melalui pesan watshApp.
Masih kata Raden, sehingga LMND meletakan persoalan rakyat sebagai program perjuangan, juga tidak ada yang dapat membantah untuk terlibat didalam Mayday, terkhusus disituasi semakin merosot dan beban derita yang berkepanjangan bagi kehidupan rakyat akibat krisis internasional dan dalam negeri yang terus menerus ditanggung oleh rakyat Indonesia.
Raden menegaskan, bagi LMND, dalam perjuangan mayday, mahasiswa bukan hanya sebatas bersolidaritas, tetapi terlibat bersama dalam Perjuangan. Karena permasalahan yang diterima oleh mahasiswa terdapat hubungan yang tidak terputus atas permasalahan kelas buruh.
"Begitupun kebijakan politik upah murah yang tidak bisa dilepaskan dari banyaknya pemuda putus sekolah," tegasnya.
Selain itu, Raden juga menyinggung persoalan upah, lulusan-lulusan mahasiswa tidak memiliki harapan upah layak dan jaminan pekerjaan. Karena rezim Jokowi-JK trlah menetapkan kebijakan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
"Hal itu akan membatasi kenaikan upah, diberlakukannya upah sektoral, tidak meratanya sistem pengupahan setiap daerah, sistem kerja Kontrak, outsourcing, dan pemagangan. Begitupun serentetan Kebijakan lainnya yang menurut Jokowi sebagai jawaban atas perbaikan keadaan," katanya.
Kendati demikian, Raden mendorong gerakan buruh Indonesia agar terus memperkuat persatuan rakyat dan tidak meninggalkan perjuangan reforma agraria sejati di Indonesia.
"Karena tanpa penghapusan monopoli tanah mustahil politik upah murah dapat diselesaikan. Tanpa menghancurkan monopoli tanah, mustahil pembangunan industrialisasi nasional dapat diwujudkan di Indonesia. Begitupun mengenai pendidikan yang ilmiah, demokratis dan pengabdi kepada rakyat sebagai pengembangan dan penunjang dari terlaksananya reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional," pungkasnya. (Emde)
