Seniman Jepang Sampaikan Kritik Sosial
0 menit baca
Bantenekspose.com - Komunitas Sepersepuluh dan Semanggi
Foundation tampilkan performance art (Seni pertunjukan) di markas Semanggi
Foundation, Jalan Perintis Kemerdekaan II Cikokol Kota Tangerang. Pertunjukan
itu ditampilkan berdasarkan pengalaman para performer art, yang bahkan bisa
menjadi bentuk ekspresi sebagai kritik sosial.
Pendiri Sepersepuluh, Aziz Amri mengatakan, performance art
adalah seni kontemporer, yang mengandalkan gerakan tubuh. “Jadi kita semua kan
punya pengalaman yang berbeda, orang yang melihat pun pemaknaannya bisa
beda-beda. Jadi gerakan yang ditampilkan bisa juga jadi sebuah pertunjukan
kehidupan sosial atau bahkan suatu kritik sosial,” katanya.
Sedikitnya ada 10 yang yang menunjukkan keahlian nya. Tampil
dengan diiringi berbagai macam musik. Pertunjukan ini juga diramaikan salah
satu penampil seni dari Jepang yaitu Oshida Yuki yang turut meramaikan kegiatan
ini.
“Jadi Oshida Yuki ini adalah penampil seni, yang datang ke
Indonesia untuk menunjukan keahliannya yang lebih mengarah ke tari,” tambahnya.
Pertunjukan yang ditampilkan mereka, tak ayal mendapatkan
perhatian dari orang-orang yang berada di sekitar markas Semanggi Foundation. Mereka
yang hadir, nampak terpukau dengan performance art yang ditampilkan. Hal itu
terbukti dari tepukan tangan yang kerap terdengar, setiap ada gerakan yang
tampak mengagumkan.
Dirinya juga mengungkapkan, komunitasnya baru dibangun sejak
Agustus 2017. Dia bersama teman-temannya membuka galeri di Sedayu Square, Blok
L 10, Jalan Outer Ringroad Lingkar Luar, Jakarta Barat.
“Sepersepuluh biasanya mengundang seniman buat tampil di
galeri kita. Tiap bulannya ada acara dan konsepnya berbeda-beda, buat yang mau
gabung bisa pantau instagram atau di web kami,” pungkasnya. (dam)
