Putusan Konferkot, Diego Pimpin LMND Kota Serang
0 menit baca
Bantenekspose.com - Putusan hasil sidang pleno konferensi
kota (konferkot) ke - I, Galiano Diego Armando pimpin Liga Mahasiswa Nasional
Untuk Demokrasi (LMND) Kota Serang.
Galiano Diego Armando sebagai ketua Eksekutif Kota terpilih
mengatakan, bahwa dalam Konferensi ini, program perjuangan yang ditentukan
ialah hal yang tentu akan diperjuangkan bersama dengan massa luas, kata dia
karena sadar betul program – program ini menjadi sebuah kebutuhan bagi massa
luas dan tidak mungkin dapat diwujudkan bilasaja hanya LMND yang
memperjuangkannya.
"Maka dengan sekutu terpercayanya yaitu rakyat
tertindas, LMND bersama dengan pemuda mahasiswa lainnya pasti akan mampu
mewujudkan cita-cita perjuangannya untuk merubah kondisi ketertindasan massa
saat in," kata Diego, dalam pesan tertulisnya, Senin (26/3/18).
Dijelaskan Diego, tentang resolusi LMND Serang yang telah
disepakati yaitu “Perhebat Perjuangan Demokrasi Nasional dengan berjuta – juta
Karya Massa”.
Menurut dia adalah hal krusial yang harus dipahami betul –
betul oleh setiap anggotanya.
Bahwa keyakinan organisasi liga, lanjut Diego, ialah perjuangan saat ini akan tetap ada
dikarenakan massa rakyat yang tertindas akan selalu membuat berjuta – juta
karya massa untuk melawan keadaan mereka hari ini yang tertindas menuju
keadilan dan kesejahteraan sosial.
"Maka sudah tentu LMND tidak boleh sekalipun memisahkan
pola gerak dan perjuangannya dengan massa, sebab hanya dengan ditengah – tengah
massa lah organisasi dapat memahami betul keadaan massa dan mendorong massa
tersebut untuk ikutserta berjuang," jelasnya.
Sementara, Sekretaris Kota (Sekot) terpilih, Dika Abubakar
Sidiq menuturkan, berangkat dari tema Konferensi yaitu “Perhebat Perjuangan
Demokrasi Nasional dengan Memperkokoh Organisasi” maka sudah tentu LMND akan
focus untuk memperkokoh sendi – sendi organisasinya ditiap basis. Hari ini kata
dia LMND Kota Serang sudah berada di 3 Kampus yaitu UIN, UNTIRTA dan UNIBA.
Menurut dia, sudah pasti akan dipertinggi pekerjaannya untuk
kemudian dibuat semakin kuat, luas dan hebat dalam perjuangannya di dalam
kampus untuk melawan setiap tindasan atas pendidikan yang telah
dikomersialisasikan dan diliberalisasikan.
"Juga melawan kondisi pendidikan yang tidak lagi ilmiah
serta demokratis ataupun sudah tidak mengabdi kepada rakyat," ujarnya.
(emde)
