Pemkab Dukung Keberadaan BKPRMI di Lebak
0 menit baca

Bantenekspose.com - Mesjid dapat dijadikan sebagai tempat
menyatukan potensi umat Islam dalam membina keimanan dan ketaqwaan. Selain
tempat beribadah, mesjid fungsi yang luas seperti dapat dijadikan tempat
menuntut ilmu, belajar mengajar keagaammaan, ilmu alam, sosial, keterampilan dan
mesjid menjadi basis Islam yang kokoh.
Demikian dikatakan Juanda Kabag Kesra Pemkab Lebak yang
mewakili Pjs. Bupati Lebak, dihadapan peserta Musyawarah Daerah (Musda) Dewan
Pimpinan Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia
(BKPMRI) Kabupaten Lebak, di Aula MTsN 1 Lebak, beberapa waktu lalu, yang
dihadiri Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) se Kabupaten Lebak.
“Mesjid merupakan jantung kehidupan umat Islam dalam
mengembangkan dakwah Islam sebagai tempat aktifitas agama dan juga kebudayaan.
Pemerintah sangat mendukung pemuda mesjid dalam menjaga keutuhan Pancasila dan
NKRI serta tetap mendukung pembangunan daerah,”paparnya.
Dikatakan Juanda, Pemkab pada dasarnya sangat mendukung akan
keberadaan remaja mesjid, dalam rangka mendukung pembangunan daerah terutama
dibidang ahlakul qarimah.
Ia menambahkan, jumlah mesjid yang ada di Kabupaten Lebak
sebanyak 635 mesjid yang tersebar dan satu central mesjid ada di
Rangkasbitung,
“Semuanya sudah terdaftar dan sudah memiliki ijin
operasional,”ucapnya.
Ketua panitia kegiatan Imad Humaedi mengatakan, jumlah
peserta yang mengikuti Musda tersebut sebanyak 65 orang pengurus DPK dan
masing – masing DPK diwakili dua orang pengurus, ketua beserta sekeretarisnya.
“Musda ini untuk memilih ketua serta pengurus DPD Kabupaten
Lebak untuk periode 2018-2023,” kata Imad Humaedi.
Dalam kesempatan itu, Deden Muhammad Fatih, Ketua pelaksana
tugas (Plt) BKPRMI Lebak mengingatkan akan ancaman berita hoax.
“Berita hoax ini sangat berbahaya, yang belum tentu
benar. Memiliki informasi yang keliru, jika tanpa disaring lalu dijadikan
dasar referensi maka itu sangat berbahaya. makanya kita menolak hoaxs,” ujarnya.
Masih kata Deden, remaja mesjid harus mengikuti perkembangan
jaman, baik IT dan lainnya.
“Kami minta pihak kepolisian pun ikut membantu agar remaja
mesjid terhindar dari ancaman berita hoaxs,” tutup Deden. (***/red)