NEWS

Pemkab Dukung Keberadaan BKPRMI di Lebak


Bantenekspose.com - Mesjid dapat dijadikan sebagai tempat menyatukan potensi umat Islam dalam membina keimanan dan ketaqwaan. Selain tempat beribadah, mesjid fungsi yang luas seperti dapat dijadikan tempat menuntut ilmu, belajar mengajar keagaammaan, ilmu alam, sosial, keterampilan dan mesjid menjadi basis Islam yang kokoh.

Demikian dikatakan Juanda Kabag Kesra Pemkab Lebak yang mewakili Pjs. Bupati Lebak, dihadapan peserta Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPMRI) Kabupaten Lebak, di Aula MTsN 1 Lebak, beberapa waktu lalu, yang dihadiri Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) se Kabupaten Lebak.

“Mesjid merupakan jantung kehidupan umat Islam dalam mengembangkan dakwah Islam sebagai tempat aktifitas agama dan juga kebudayaan. Pemerintah sangat mendukung pemuda mesjid dalam menjaga keutuhan Pancasila dan NKRI serta tetap mendukung pembangunan daerah,”paparnya.

Dikatakan Juanda, Pemkab pada dasarnya sangat mendukung akan keberadaan remaja mesjid, dalam rangka mendukung pembangunan daerah terutama dibidang ahlakul qarimah.

Ia menambahkan, jumlah mesjid yang ada di Kabupaten Lebak sebanyak 635 mesjid yang tersebar dan satu central  mesjid  ada di Rangkasbitung,

“Semuanya sudah terdaftar dan sudah memiliki ijin operasional,”ucapnya.
Ketua panitia kegiatan Imad Humaedi mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti Musda tersebut sebanyak 65 orang pengurus DPK  dan masing – masing DPK diwakili dua orang pengurus, ketua beserta sekeretarisnya.

“Musda ini untuk memilih ketua serta pengurus DPD Kabupaten Lebak untuk periode 2018-2023,” kata Imad Humaedi.

Dalam kesempatan itu, Deden Muhammad Fatih, Ketua pelaksana tugas (Plt) BKPRMI Lebak mengingatkan akan ancaman berita hoax.

“Berita hoax ini sangat berbahaya, yang belum tentu benar.  Memiliki informasi yang keliru, jika tanpa disaring lalu dijadikan dasar referensi maka itu sangat berbahaya.  makanya kita menolak hoaxs,” ujarnya.

Masih kata Deden, remaja mesjid harus mengikuti perkembangan jaman, baik IT dan lainnya.

“Kami minta pihak kepolisian pun ikut membantu agar remaja mesjid terhindar dari ancaman berita hoaxs,” tutup Deden. (***/red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar