Mengenal “Ketimbang Ngemis Pandeglang” Mengetuk Kepedulian Sesama
0 menit baca
Bantenekspose.com - Dua tahun sudah, komunitas Ketimbang
Ngemis Pandeglang (KNP) bergerak untuk membantu dan mengapresiasi para sosok
mulia (solia), yakni mereka yang tetap berusaha meski memiliki keterbatasan
fisik dan usia.
Relawan Ketimbang Ngemis Pandeglang (KNP) Eneng menjelaskan,
KNP adalah sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial non-profit , berdiri
2 tahun lalu di Kota Pandeglang.
"KNP merupakan komunitas yang bergerak dalam bidang social.
KNP hadir untuk membantu dan
mengapresiasi para sosok mulia. Mereka walau sudah lansia masih berjuang
untuk bertahan hidup," tutur Ene.
Dari informasi yang berhasil dihimpun bantenekspose.com, komunitas
ini pertama kali dibentuk oleh Rizki Pratama pada bulan Juni 2015, bertujuan
untuk menyadarkan masyarakat bahwa
banyak disekelilingnya yang membutuhkan bantuan. Saat ini ada 44 komunitas Ketimbang
Ngemis, yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya adalah Ketimbang
Ngemis Pandeglang (KNP).
Lebih lanjut Ene memaparkan, Ketimbang Ngemis Pandeglang
(KNP) sendiri awal terbentuk pada tanggal 11 Juli 2016 yang diinisiasi oleh
Fikar Sugiawan. Visi dari KNP sendiri yaitu, menjadi komunitas yang dapat
berguna bagi masyarakat Pandeglang, untuk mewujudkan karakteristik manusia yang
mandiri dan selalu berusaha.
KNP sendiri mengemban misi, 1) Memberikan informasi melalui media sosial mengenai keberadaan sosok mulia dan survivor sejati yang dapat menginspirasi di Pandeglang. 2) Menjadi tempat penyalur dan memberi kesempatan kepada para donator, untuk ikut menyalurkan donasinya kepada sosok KNP. 3) Menjalin kerjasama dengan komunitas/organisasi/instansi lain yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan.
Dikatakan Ene, Kegiatan KNP setiap bulannya mengunjungi
minimal 2 orang sosok lansia atau sesorang yang memilki keterbatasan fisik dan
masih berusaha, namun biasanya lebih banyak yaitu lansia yang masih berjualan
atau bekerja. Tim menyiapkan paket sembako dan uang tunai untuk para sosok yang
dikunjungi.
“Pendanaan KNP berasal dari donatur dan kas anggota. Adapun dana
donasi yang diperuntukan untuk salah satu sosok dari donatur (titipan donasi),
disampaikan langsung dengan pertangungjawaban berupa dokumentasi yang dikirim
langsung ke donatur tersebut, atau di posting melalui instagram/facebook
Ketimbang Ngemis Pandeglang,” kata Ene.
Hingga saat ini, sudah ada sekitar 30 sosok KNP dari
berbagai kecamatan di Pandeglang. Yang baru-baru ini dikunjungi tim, yaitu 3
orang sosok lansia di Kecamatan Cikeusik pada tanggal 3 Maret 2018.
Relawan KNP hingga saat ini, lanjut Ene, berjumlah 20 orang
dari berbagai kecamatan di Pandeglang dengan profesi yang beragam. Tidak ada
persyaratan khusus untuk menjadi relawan KNP, asalkan memiliki semangat dalam
berbagi dan membantu orang lain, siapapun boleh bergabung. Sedangkan
persyaratan umumya, cukup melengkapi formulir biodata dan bukan merupakan
anggota dari partai politik.

