NEWS

LMND Nilai Kampus UNAS Jakarta Selatan Batasi Ruang Demokrasi Mahasiswa

Bantenekspose.com - Pembatasan ruang demokrasi di perguruan tinggi (dunia pendidikan) kembali terjadi. Kali ini terjadi di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta Selatan. Dalam kejadian itu, Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia (APMI) sedang menyelenggarakan kegiatan diskusi bertajuk 'Pembungkaman Demokrasi di Era Jokowi - JK'. Kemudian, mereka dilarang dan dibubarkan oleh pihak keamanan kampus yang direkomendasikan Badan Administratif Umum Dan Asisten Rektor Universitas Nasional (UNAS).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir puluhan mahasiswa dari berbagai kampus, diantaranya mahasiswa Unas, mahasiswa IISIP, mahasiswa Universitas Pancasila, Unisma Bekasi, Universitas Bung karno dan beberapa organisasi pemuda mahasiswa sekala Nasional maupun daerah seperti, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI Jakarta Selatan, Aksi Kaum Muda Indonesia (AKMI), Front Nasional (FN) dan Persatuan Pemuda Indonesia (PEPINDO).

Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Raden Deden Fajarullah menjelaskan, kronologis pembubaran agenda diskusi tersebut, diskusi dimulai sekira pukul 16.30 WIB bertempat di di taman depan kampus Unas. Lalu, agenda diskusi dibuka dengan pendiskusian mengenai situasi internasional, nasional dan aturan pembungkaman ruang demokrasi, seperti (RKUHP, MD3, UU Ormas Dan lainnya).

Raden melanjutkan, setelah pemaparan situasi tersebut dilanjutkan dengan diskusi, tetapi baru beberapa saat pendiskusian dimulai, petugas keamanan kampus memanggil beberapa perwakilan mahasiswa sekaligus meminta absensi dan materi diskusinya. Setelah memanggil kawan-kawan, kata Raden, selanjutnya mahasiswa dibawa ke dalam kampus untuk menemui Badan Administrasi Umum (BAU) Dan Asisten Rektor.

"Dapat ditarik kesimpulan, dari pemanggilan tersebut yaitu menyuruh mahasiswa membubarkan diskusi dengan mengancam jikalau tidak membubarkan diri maka akan dibubarkan secara paksa," ujar Raden, melalui pesang WhatsApp, Senin (19/3/18).

Dikatakan Raden, atas tindakan tersebut dia bisa melihat bahwa kampus Unas adalah kampus yang anti terhadap diskusi dan demokrasi bagi mahasiswanya. "Ini adalah salah satu kasus di dunia pendidikan yang bisa kita simpulkan adalah tindakan fasis  dibawah Rezim Fasis Jokowi-JK," ungkapnya.

Raden menegaskan, atas situasi demikian, pihaknya mengecam tindakan yang dilakukan Universitas Nasional. "Ia menyatakan dengan tegas bahwa Universitas Nasional anti terhadap demokrasi dan pengembangan ruang demokrasi di dunia pendidikan bagi mahasiswa," tegasnya.

Sementara saat berita ini dirilis, pihak kampus belum berhasil dihubungi. (emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar