NEWS

Jokowi Datang, Ini Kata Aktivis Serang


Bantenekspose.com –  Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Banten kemarin, Rabu (14/3), ternyata oleh sebagian kalangan pemuda dan mahasiswa, hanya untuk pengembangan dan sosialisasi strategi nasionalnya. Mereka menilai, Jokowi tak lebih mengilusi rakyat dengan pelaksanaan reforma agraria palsu.

Alam agenda kunjungan kerja di Banten kemarin,Presiden Jokowi, mengisi berbagai kegiatan diantaranya pembagian sertifikasi tanah dan pembagian kartu indonesia pintar  (KIP). Namun demikian dalam penilaian Ketua Eksekutif Komisariat Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (Ekom - LMND) Untirta, Riyadi Gusti Nugraha, hal tersebut tidak sesuai dengan kondisi objektifnya dikalangan masyarakat Banten khususnya, baik di sektor agraria, perburuhan, pendidikan dan kesehatan.     

Riyadi GN, Ketua Ekom-LMND Untirta
"Kita, atas nama pemuda,  mahasiswa juga rakyat Banten mengutuk keras segala kebijakan dan strategi nasional yang di canangkan oleh Jokowi – JK, yang berselaras dengan rancangan pembangun nasional, dengan menggencarkan 12 mega proyek strategi nasional yang akan dikerjakan di Provinsi Banten,” tutur Riyadi kepada Bantenekspose.com.

Maka dari itu, ia menuntut kepada pemerintah,  pertama, wujudkan hak demokratisasi rakyat dengan menolak segala kebijakan fasis Jokowi - JK, yang akan terus memecah belah gerakan rakyat. Kedua, menuntut untuk segera mungkin mewujudkan reforma agraria sejati, yang pelaksanaannya bukan sertifikasi tanah, akan tetapi rekontruksi tanah dan distribusi tanah yang dimiliki dan diolah oleh rakyat tanpa terkecuali. Ketiga, hapuskan segala skema politik upah murah, yang dicanangkan oleh Jokowi - JK dan tolak segala bentuk formula hukum baik itu, PP 78 dan lain lain. Serta menuntut upah layak bagi kaum buruh indonesia. Keempat, hentikan segala bentuk komersialisasi dan liberalisasi dalam pendidikan dan wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis.

“Bukan satu kali dua kali, Presiden Jokowi datang ke Banten, melainkan lebih dari lima kali. Tetapi, baru kali ini mahasiswa melakukan perlawanan (demonstrasi, red). Ini dilakukan, tidak lain untuk menyampaikan aspirasinya sebagai rakyat,” kata Riyadi.

Helmi Faqih, Koord. KMS30
Sementara Koordinator Umum Komunitas Mahasiswa Soedirman (KMS 30), Helmi Faqih mengatakan, apa yang telah dilakukan mahasiswa di Banten, tiada lain hanya untuk menyampaikan kepada Presiden bahwa semakin banyaknya persoalan di Indonesia. Banten yang kini dalam tingkat kemiskinan dan pengangguran menjadi sorotan nasional. Ini harus jadi catatan untuk melakukan evaluasi bersama dengan pemerintah daerah.

“Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, harusnya berbanding lurus dengan kesejahteraan.  Tapi hari ini tidak. Bagaimana masifnya konflik agraria, yang merenggut hak atas tanah para petani,” kata Helmi.

Dalam catatan Helmi, di masa Jokowi-JK, sudah sering pemerintahan menaikan harga BBM, TDL (Tarif Harga Listrik). Kebijakan terakhirnya, bagaimana pemerintah melakukan impor beras, padahal para petani Indonesia sebentar lagi akan panen. (emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar