Incumbent vs Kolom Kosong, Iti Sebut Kolom Kosong Sistem Demokrasi Tidak Sehat
0 menit baca

Bantenekspose.com - Pada perhelatan pilkada Kabupaten Lebak
2018 mendatang, masyarakat akan
mengikuti pesta demokrasi dan dihadapkan pada dua pilihannya yakni Iti Octavia
Jayabaya - Ade Sumardi dan kolom kosong.
Adanya gerakan atau tim pemenangan kolom kosong, menurut
Cakada Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya, adalah sistem demokrasi yang tidak
sehat. Karena setiap orang punya hak
memilih, bagaimana jika mereka tidak memilih, dan mengajak memilih kolom
kosong.
Selanjutnya Iti menyampaikan, bagi mereka yang ikut
mengkampanyekan kolom kosong suruh mendata anak-anaknya, misal anaknya yang
mendapatkan bantuan dana BOS, dan lain sebagainya.
"Berarti, ketika dia mengkampanyekan kotak kosong, dia
tidak menghargai keberadaan pemerintah dan dia tidak boleh menikmati hasil
kebijakan pemerintah," tegas Iti, usai launching pendaftaran bacaleg 2019,
di Kota Serang, Sabtu (17/3/18).
Iti melanjutkan, silahkan saja mereka mengkampanyekan kolom
kosong, dan biarkan mereka ketika meminta bantuan, suruh minta bantuannya ke
kotak kosong saja. “Ya itu bagian dari politik, dan ketika sudah memilih kotak
kosong bararti sudah siap ngambil resiko itu,” ujarnya.
Kendati demikian, Iti tetap yakin dengan adanya calon
tunggal melawan kolom kosong, bahwa ini menunjukan penghargaan dari masyarakat
kepada pasangan incumbent
"Semoga hasilnya dari partisipasi masyarakat bisa
melampaui minimal dari tahun sebelumnya," harapnya. (emde)