NEWS

Gandeng Ulama, Polda Banten Gelar Istigotsah dan Deklarasi Anti Hoax


Bantenekspose.com -  Menggandeng kalangan Ulama dan santri, Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar Istighosah dan Deklarasi Anti Hoax di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu, 25 Maret 2018. Tak kurang, sekitar 2.500 orang yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) hadir.

Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa Indonesia bukan negara agama, tetapi negara beragama. Para pendiri negara sudah sepakat dasar negara Indonesia adalah Pancasila. NKRI bukan hadiah tetapi perjuangan dan pengorbanan para Ulama dan Santri.

Saat ini ada sekelompok orang yang berusaha mengadu domba antara ulama dengan ulama, ulama dengan pemerintah agar negara ini hancur. Ada orang bilang bahwa Indonesia tahun 2030 akan bubar. Itu tidak mungkin karena negara ini berdiri karena perjuangan. Jadi harus kita pertahankan sampai titik darah penghabisan,” ujarnya.

“Kita ini bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongi, dan orang yang suka bohong itu pasti akan ketahuan,” tambahnya.

KH Ma’ruf Amin juga menyampaikan, bahwa sejak Indonesia berdiri belum pernah ada Hari Santri.

“Namun, ketika kepemimpinan pak Jokowi, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari Santri, yang merujuk kepada Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Ashari,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa pemerintah Jokowi dan MUI sudah sepakat membentuk Bank Pesantren, agar para santri bisa belajar dan bekerja lebih baik lagi dan manfaatnya bisa dirasakan langsung atau disebut ekonomi baru.

“Hoax itu harus terus dilawan. Kalau tidak akan merusak dan meresahkan masyarakat. MUI Pusat sudah membuat Fatwa melawan Hoax,” pungkasnya. 

Sementara, Kapolda Banten Brigjen Pol, Listiyo Sigit Prabowo, dalam sambutannya mengatakan, istigosah ini sangat penting karena masuk tahun pesta demokrasi. Di Banten ada 4 wilayah yang melaksnakan pemilu Bupati/Walikota.

“Teknologi sekarang semakin canggih. Media sosial memudahkan kita untuk mengetahui berbagai peristiwa diseluruh dunia dalam waktu yang sangat cepat. Akibat buruknya jika medsos itu tidak digunakan dengan baik maka akan sangat meresahkan masyarakat. Bahkan negara akan hancur jika berita-berita Hoax itu dibiarkan terus. Karena jika berita bohong itu dilakukan secara terus menerus maka masyarakat lama-lama akan menganggap berita itu benar. Padahal bohong dan tidak benar. Maka tidak ada kata lain selain harus kita lawan berita hoax itu,” terang Kapolda.

Kapolda juga mengatakan, bahwa banyak kasus isu hoax, diantaranya penyerangan terhadap ulama oleh ODGJ. Ada sebanyak 47 isu yang muncul dan 5 yang benar. Sedangkan 42 kasus adalah Hoax.

Di Banten ada 8 kasus yang ditangani terkait masalah Hoax ini. Polda Banten punya pasukan Cyber Troop dan Cyber Crime. Setiap saat melakukan Patroli. Kalo ada yang menyebarkan berita bohong nanti akan ketangkap oleh TIM Cyber Polda Banten. Untuk itu jangan lakukan itu,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menjelaskan, bahwa Indonesia merupakan negara yang penduduk Islamnya sangat besar. Jumlah penduduk yang beraneka ragam suku agama dan ras yang berbeda. Tetapi bisa hidup rukun damai dalam bingkai kebinekaan.

“Itu menjadi contoh bangsa-bangsa di dunia. Sehingga para ahli dunia meramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara besar pada tahun 2045. Untuk itu, mari kita terus melanjutkan perjuangan para pendahulu kita untuk mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila,” pungkasnya. (red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar