Berawal Iseng, Kini Budidaya Lele Mulai Jadi Pilihan
0 menit baca
Bantenekspose.com – Budidaya ikan lele di Banten, boleh jadi
belum menjadi pilihan utama peternak. Namun bisa saja suatu saat budidaya ikan
lele ini menjadi primadonanya bisnis perikanan. Fakta saat ini, warung makan makin
banyak yang menyajikan ikan lele, pasar tradisional maupun modern, banyak yang
menyediakan jenis ikan ini.
Sebuah fakta juga, bila tidak sedikit masyarakat kita yang
menggemari ikan lele. Para pebisnis ikan banyak yang memilih jenis ikan ini,
sebagai muara penghasilan sekaligus budidaya.
Usaha pembesaran ikan lele, merupakan budidaya yang tidak
terlalu sulit. Bila anda berniat budidaya jenis ikan ini, tidak perlu
menyiapkan lahan luas. Selain itu, pemeliharaannya tidak rumit dan tak perlu
menunggu waktu lama untuk panen.
Budidaya ikan lele ini pula yang menjadi pilihan tujuh orang
warga kampung Salahaur RT/RW 05/10 kelurahan Cijoro Lebak kecamatan
Rangkasbitun. Pebudidaya lele di kampong ini, diantaranya Wadi, Jafar, Endang,
Uu, Rt, Didi dan Edi.
Nampak puluhan waring ikan lele di kampung ini. Tiap waring
itu, terisi tidak kurang dari 50 kg ikan lele ukuran sangkal (sedang, red). Hasilnya,
dari 50 kg mencapai dua kali lipat menjadi 100 kg. Untuk pakan pelet tersebut
menghabiskan 30 kg, dibantu dengan keong.
Menurut Endang salah seorang pebudidaya, kebanyakan untuk
budidaya ikan lele tepatnya kampung Salahaur ini, belinya dari ukuran sangkal.
sebab ukuran sangkal mudah besar (gede-red) dan tidak mudah mati.
“Kalau belinya dari usia 10 hari (bibit) mudah mati,”
katanya.
Menurut Endang, ia awalnya iseng-iseng ternak ikan lele. Itu
juga paling 10 kg, sekarang sudah berani 100 kg untuk budidaya ikan lele tersebut.
“Alhamdulillah, saya sudah hampir satu tahun budidaya ikan
lele di kampung Salahaur. Kalau masalah keuntungan lumayan,” kata Endang, yang
kini sudah memiliki empat waring.
