Begini, Cara Kapolsek Teluknaga Dekati Ulama
0 menit baca
Bantenekspose.com - Selain menjaga ketertiban ke amanan lingkungan, Polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ini dan Jajaran nya gencar mencari Rumah Marbot (Pengurus_red) Masjid yang tidak layak huni untuk di perbaiki, di wilayah hukumnya.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk implementasi adanya Program yang dicanangkan oleh pimpinan Polri, salah satunya yaitu Program Polisi Cinta Pesantren (Polsantren).
"Selain melakukan silaturrahmi kepada tokoh agama, Kita juga terus melakukan pendataan Rumah - rumah marbot, Guru ngaji, yang tidak layak di tempati untuk di perbaiki (Bedah), ini semua adalah Program Bpk.Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes.Pol. Harry Kurniawan, S.IK., MH," ungkap Kapolsek Teluknaga AKP Fredy Yudha Satria, Kepada Wartawan di Lokasi Bedah Rumah di Desa Babakan Asem.
Menurut nya Program Bedah rumah untuk Marbot dan Guru ngaji itu tidak ditentukan batas unitnya.
"Bedah rumah tersebut unlimited, tidak di tentukan berapa unitnya, lebih banyak lebih bagus, tentunya sesuai spesifikasi tidak layak huni," imbuhnya.
Pihaknya bersama jajaran di wiliyah hukum polsek teluknaga terus melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat secara dor to dor.
"Kita Mengajak kepada para tokoh agama maupun tokoh masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Teluknaga untuk sama-sama menjaga kamtibmas serta melaporkan setiap kejadian gangguan kamtibmas sedini mungkin supaya situasi kondusif aman," tukasnya.
Sementara itu H.Surta Wijaya Kepala Desa Babakan Asem mengakui kinerja Kapolsek Teluknaga, Menurutnya jajaran Polsek Teluknaga bekerja profesional dan dekat dengan warga.
"Alhamdulilah wilayah hukum Polsek Teluknaga sendiri sangat kondusif, tentunya kami ucapkan terima kasih atas kerja keras Pak.Kapolsek dan Jajaran nya," tegas Surta. (djo/dam)
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk implementasi adanya Program yang dicanangkan oleh pimpinan Polri, salah satunya yaitu Program Polisi Cinta Pesantren (Polsantren).
"Selain melakukan silaturrahmi kepada tokoh agama, Kita juga terus melakukan pendataan Rumah - rumah marbot, Guru ngaji, yang tidak layak di tempati untuk di perbaiki (Bedah), ini semua adalah Program Bpk.Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes.Pol. Harry Kurniawan, S.IK., MH," ungkap Kapolsek Teluknaga AKP Fredy Yudha Satria, Kepada Wartawan di Lokasi Bedah Rumah di Desa Babakan Asem.
Menurut nya Program Bedah rumah untuk Marbot dan Guru ngaji itu tidak ditentukan batas unitnya.
"Bedah rumah tersebut unlimited, tidak di tentukan berapa unitnya, lebih banyak lebih bagus, tentunya sesuai spesifikasi tidak layak huni," imbuhnya.
Pihaknya bersama jajaran di wiliyah hukum polsek teluknaga terus melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat secara dor to dor.
"Kita Mengajak kepada para tokoh agama maupun tokoh masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Teluknaga untuk sama-sama menjaga kamtibmas serta melaporkan setiap kejadian gangguan kamtibmas sedini mungkin supaya situasi kondusif aman," tukasnya.
Sementara itu H.Surta Wijaya Kepala Desa Babakan Asem mengakui kinerja Kapolsek Teluknaga, Menurutnya jajaran Polsek Teluknaga bekerja profesional dan dekat dengan warga.
"Alhamdulilah wilayah hukum Polsek Teluknaga sendiri sangat kondusif, tentunya kami ucapkan terima kasih atas kerja keras Pak.Kapolsek dan Jajaran nya," tegas Surta. (djo/dam)
