300 Hari Pimpin Banten, FSOE Tagih Janji Wahidin – Andika
0 menit baca
Bantenekspose.com - Puluhan mahasiswa Universitas Islam
Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten yang tergabung di dalam Forum
Silaturrahmi Organisasi Eksternal (FSOE) menggelar unjuk rasa dalam menyikapi
300 hari kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim - Andika
Hazrumy, di depan kantor Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (12/3/18).
Usia kepemimpinan WH - Andika sudah memasuki yang ke 10
bulan atau 300 hari. Mereka menilai
belum memberikan dampak yang signifikan. Beda halnya semasa kampanye
politiknya, WH - Andika telah mewacanakan, menjanjikan dengan berbagai program
seperti, pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan mengentaskan angka
pengangguran dan masih banyak yang lainnya yang di iming-imingi kepada rakyat
Banten.
Menurut Koordinator Lapangan (Korlap), Tobing mengatakan
dalam orasinya, dalam proses politik yang rumit dan culas, banyak wacana dan
janji, berbagai bentuk program dan lain sebagainya yang di iming-imingkan pada
Rakyat Banten. Seperti, pendidikan gratis tingkat SMA/SMK, pelayanan kesehatan
(yankes) gratis, menuntaskan pengangguran dan banyak lagi wacana-wacana kelabu
lain. Kata dia, Hingga 300 hari ini tidak memberi dampak yang signifikan bagi
Rakyat Banten.
"Apalah daya janji telah menjadi luka, wacana telah
menjadi omong kosong belaka, pengangguran masih tetap merajalela dan bahkan
mendapat prestasi buruk se Indonesia untuk soal pengangguran ini, biaya
pendidikan tetap mahal serta berbgai problem lain yang membuat masyarakat harus
kembali kecewa karena dustanya penguasa," kata Tobing.
Sebagai rakyat Banten juga mahasiswa tidak salah kiranya,
kata Tobing, jika rakyat kecewa karena hingga kini penderitaannya masih harus
ditanggung sendiri. Menurut dia, dalam
tenggang waktu yang lumayan lama ini, belum terlihat satu kinerja yang khas
dari Gubernur untuk membuat Banten menjadi provinsi yang maju dan tidak
terpuruk.
"Padahal, dari berbagai program dan wacana yang
digadangkan saat kampanye, masyarakat banyak menaruh harapan besar WH - Andika
menjadi juru penyelamat Banten yang mampu memberi solusi dan inovasi bagi
masyarakatnya," tegasnya.
Sementara, Koordinator Komunitas Mahasiswa Soedirman (KMS30)
UIN SMH Banten, Faqih Helmi menuturkan dalam orasinya, bahwa janji - janji
politik WH - Andika harus segera diwujudkan, yaitu soal pendidikan gratis
ditingkat SMA / SMK yang menyeluruh, pelayanan kesehatan masyarakat
harus dikongkretkan dengan cara mebawa KTP Banten, dan soal infrastruktur,
terkait pembangunan jalan sepanjang 100 KM. Kemudian, percepat dalam menata
ulang Banten lama, yang hari ini hanya sebatas obrolan saja.
"Dari resah kami melangkah, dari kecewa kami marah.
Atas nama masyarakat Banten, dan mahasiswa yang tergabung dalam FSOE UIN Banten menuntut WH - Andika agar
segera merealisasikan kesehatan gratis dengan KTP, tuntaskan gizi buruk di
Banten, wujudkan pendidikan gratis tingkat SMA/SMK, maksimalkan fasilitas
pendidikan dan kesejahteraan guru honorer,” tandasnya.
Dikatakan Faqih, dalam aliansi FSOE tersebut, terdiri dari
pelbagai macam organisasi seperti, FAM UIN, KMS 30, IPNU UIN, Kumaung UIN,
Kumandang UIN, Kumala UIN, AMC UIN, Gempoer UIN, GMNI UIN, IMC UIN, SAPMA UIN.
(emde)
