2 Bulan Jelang Puasa, Harga Cabai Mulai Naik
0 menit baca
Bantenekspose.com - Dua bulan menjelang puasa harga cabai di pasar tradisional
di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengalami kenaikan harga. Kenaikan
ini dipicu kelangkaan barang yang sulit didapat dari pemasok.
Hal itu juga yang dirasakan Mar (53), penjual sayur mayur di
Pasar Ciputat. Ia bahkan mengaku, mengalami penurunan penjualan, hal ini
terjadi lantaran terus meningkatnya harga komoditas sayur mayur. Terutama
bawang dan cabai. “Biasa, kalau lagi pada mahal orang pada nahan belanja,”
ujarnya.
Dikatakan bahwa, kenaikan harga dua komoditas cabai dan
bawang ini, bervariasi antara 3 ribu sampai 30 ribu rupiah.“Semua cabai mahal,
bawang merah bawang putih juga naik seratus persen,” kata Mar yang mengaku
telah 8 tahun berjualan di depan Masjid Agung Ciputat.
Menurut Mar, kenaikan harga dua komoditi utama ini terjadi
dalam 10 hari belakangan. Dia juga menyebut kenaikan harga selalu dibarengi
dengan kelangkaan pasokan. “Sudah 10 hari naik terus, stoknya juga engga
banyak,” kata dia.
Di lapak sayur mayur tempatnya berdagang, Mar menjual bawang
merah seharga Rp 28 ribu per kilo, dari sebelunya hanya Rp 20 sampai Rp 25 ribu
perkilo.“Bawang putih dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu, yang kating bahkan
sampai Rp 70 ribu per kilo dari sebelumya Rp35 ribu per kilo,” ucap dia.
Sedangkan untuk cabai rawit merah dari sebelumnya Rp 30
menjadi Rp 60 ribu per kilo, cabai rawit hijau naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp
30 ribu, cabai hijau Rp 25 perkilo, kalau yang besar Rp 20 per kilo.
Dia berharap, pasokan sayur mayur terutama bawang dan cabai,
bisa kembali normal. Sehingga harga-harga bisa kembali turun.
Cucun, 34, penjual mie ayam di kawasan Serua, Ciputat,
berharap harga-harga kebutuhan pokok tak berangsur naik jelang lebaran. Dia
juga mencari akal agar sambal mie yang dia buat tetap pedas di lidah pelanggan.
“Kalau naik begini harus pakai siasat, cabainya sedikit, ditambah cabai bubuk
biar pedas. Kalau pelangga ambil sambal engga kira-kira, apalagi yang suka
makanan pedas,” imbuhnya (wan/dam)
