NEWS

Viral Video Penangkapan Orang Gila di Pandeglang, Ini Kronologi Versi Santri

Bantenekspose.com  – Minggu (12/02/2018) pukul 21.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB, masyarakat Kampung Cikole, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, dihebohkan dengan kejadian penangkapan seorang laki-laki yang diduga orang gila, yang dikait-kaitkan diduga memliki faham PKI.

TofiK, santri Kiai Haji Encep Muhaimin menjelaskan, beberapa hari sebelum kejadian masyarakat dan santri dari Pondok Pesantren yang di Pimpin oleh Kiai Haji Encep Muhaimin (tokoh masyarakat), sempat mencurigai orang yang diduga gila tersebut. Apalagi, orang yang diduga gila itu sering mondar mandir disekitar pinggir jalan di kampung Ciwalet, lebih tepatnya di depan pesantren yang dipimpin Kiai Haji Encep Muhaimin. Selain itu, warga sekitar juga pernah melihat orang yang diduga gila tersebut memakan satu bungkus nasi, yang kemasan nasi bungkusnya masih rapih. Karuan saja menimbulkan kecurigaan, apakah orang itu benar-benar gila? Apa hanya berpura-pura gila?

“Beberapa hari yang lalu orang itu sering mondar mandir di sekitaran Ciwalet lebih tepatnya di depan Pondok Pesantren. warga sekitar juga pernah melihat orang yang didUga gila itu sedang menyantap nasi bungkus yang kemasannya masih rapih. Jika kita bermain logika, kalo dia benar orang gila tak mungkin dia membeli sebungkus nasi untuk makan. Kalaupun dia tidak membeli, ada indikasi bahwa orang yang diduga gila tersebut telah menerima sebungkus makanan, dari orang tertentu yang telah memberikan makan kepada orang tersebut,” terang Tofik.

Lebih lanjut tofik memaparkan kronologis pada malam minggu tersebut,  malam dimana kejadian itu berlangsung. Sebelum kejadian, salah seorang santri habis dari luar dan mau masuk kedalam pesantren.  Ketika di depan Pesantren, salah satu santri ini berpapasan dengan orang yang diduga gila tersebut.  Santri tersebut melihat, si orang yang diduga gila itu mengacungkan sebuah botol, seperti menantangnya. Melihat hal itu, santri tersebut langsung melapor ke Pihak Pondok Pesantren. Dari sinilah awal mulanya orang yang diduga gila tersebut mulai di interogasi. Pada saat interogasi berlangsung,  para santri menyediakan kopi dan sejumlah makannan kepada orang yang diduga gila itu

”Saat interogasi tersebut, kami suguhkan kopi dan makanan kepada orang tersebut,” lanjut Tofik.

Masih menurut Tofik, dalam prosses interogasi, ia melibatkan 4 orang anggota FPI untuk membantu mengintrogasi orang yang diduga gila itu. Ketika interogasi,  kami melontarkan 2 pertanyaan kepada orang yang diduga gila tersebut.  1. Apa itu PKI dan 2. Apa Itu FPI? Orang itu pun menjawab pertanyaan yang kami lontarkan kepada dirinya. Dia menjawab secara jelas dan benar ketika menjawab arti PKI. Namun ketika disuruh menjawab apa itu arti FPI, dirinya tidak mau menjawab dan memperlihatkan gelagatnya seperti orang gila kembali, melihat hal itu Topik langsung memukulnya.

“Saya heran, ketika orang yang diduga gila ini disuruh menjawab PKI secara jelas dan benar dirinya bisa menjawab.  Tapi ketika ditanya arti FPI, dia berpura-pura seperti orang gila lagi. Saya juga ingin menegaskan, bahwa anggota FPI yang terlibat hanya 4 orang. Itupun hanya membantu untuk prosses interogasi. Adapun pemberitaan diluar sana yang menyampaikan bahwa ada 50 anggota FPI, yang melakukan pengeroyokan terhadap orang yang diduga gila tersebut, saya tegaskan itu tidak benar,”  ungkap Tofik.

Tofik menambahkan, untuk TKP pertama, tempatnya di warung depan Pondok Pesantren, setelah di interogasi cukup lama di TKP pertama, orang yang diduga gila itu dibawa oleh masyarakat ke Pos ronda, yang jaraknya tidak jauh dari TKP pertama. Sesampainya di Pos ronda, sejumlah warga langsung memberikan beberapa pukulan, yang bertujuan untuk mengintrogasi lebih lanjut orang yang diduga gila tersebut. Melihat kerumunan massa, yang semakin tidak kondusif akhirnya salah satu warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pandeglang.

“Karna melihat kerumunan massa yang makin memadati jalan raya, akhirnya kami berinisiatif untuk memindahkan orang yang diduga gila tersebut ke Pos ronda. Sesampainya di Pos ronda, serta melihat suasana yang tidak kondusif, dikarenakan jumlah massa makin memadati TKP kedua, akhirnya salah satu warga melapor kepada pihak Kepolisian Sektor Pandeglang,” kata Tofik.

Kasus tersebut, kini telah dilimpahkan dari pihak Polsek Pandeglang ke Polres Pandeglang. “Kami berharap, kasus ini bisa diselesaikan sampai tuntas. Sehingga para warga atau para santri tidak di buat resah akan keselamatan para Kiainya,” harap Tofik. (Aldo)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar