Soal Isu ODGJ, Kapolda Banten Pastikan Lingkungan Masyarakat Aman
0 menit baca

Bantenekspose.com - Akhir-akhir pekan ini, maraknya isu
dugaan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sempat meresahkan bagi
masyarakat di Provinsi Banten, bahkan sempat menjadi pembahasan serius dan
penanganan khusus oleh pihak yang berwenang.
Dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten, Brigjen
Pol Listyo Sigit Prabowo, terkait dugaan isu-isu orang dengan gangguan jiwa,
pihaknya telah melakukan pencegahan agar tidak muncul lagi korban baru. Maka
pihaknya telah mengambil langkah-langkah khusus (rahasia) terhadap orang yang
diduga ODGJ yang masih berkeliaran dijalan. Menurut informasi yang diterima
dari data Dinas Sosial Provinsi Banten telah menyampaikan sekitar ada 5000 jiwa
yang mengalami gangguan tersebut di Banten ini.
"Kemungkinan yang terabaikan itu yang berkeliaran. Jadi
kita minta supaya jangan ada korban baik dari ulama maupun pihak yang diduga
gangguang jiwa itu sendiri," kata Listyo, usai melakukan pertemuan bersama
Gubernur Banten Wahidin Halim, Ulama, Akademisi, dan masyarakat, di Aula
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan
Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (27/2/18).
Listyo menyarankan kepada masyarakat, bagi yang mungkin
merasa resah dengan isu tersebut, apabila didapati dilingkungannya ada indikasi
orang yang dicurigai, kalau memang mau diamankan silahkan, tapi kemudian
serahkan kepada polisi, namun apabila ragu atau takut, silahkan menghubungi
kepolisian, dan nanti pihaknya yang akan mengambil alih. menurutnya, justru di
wilayah hukum Banten karena adanya keresahan, kemudian pengamanan yang terlalu
berlebihan. Akhirnya, orang gila tersebut yang menjadi korban di Provinsi
Banten seperti itu.
"Kalau ulamanya sendiri yang diserang orang gila sampai
saat ini di wilayah kita masih nihil. Mudah-mudahan bisa bertahan aman,"
ujarnya.
Listyo mengimbau kepada masyarakat harus tetap waspada,
tetapi jangan terlalu resah, karena pihaknya sudah menurunkan anggota dan
pihaknya meminta kepada anggota untuk tidur ditempat-tempat yang terindikasi
resah oleh orang-orang tersebut.
"Saya minta anggota untuk tidur ditempat yang
terindikasi resah, kemudian patroli-patroli kita arahkan semuanya, terutama
kepada tokoh-tokoh ulama, tokoh agama. Supaya kita bisa mendengar langsung yang
menjadi keresahan sekligus mengklarifikasi, juga dengan kehadiran kita,
masyarakat, tokoh ulama, tokoh agama dapat merasa aman," imbuhnya.
Listyo menambahkan, untuk sementara ini, pihaknya telah
mengamankan 50 jiwa yang diduga orang dengan gangguan jiwa tersebut. "Kita
amankan, kalau bisa diamankan di polsek kita amankan, tapi kalau memang
ketahuan ada kelaurganya kita minta pihak keluarganya untuk menjemput, dan
kalau kira-kira indikasinya masih bisa diserahkan ke Dinsos kita
serahkan," tukasnya. (emde)