Sabat Silaban: Korupsi Penghambat Pembangunan di Banten
0 menit baca
Bantenekspose.com - Provinsi Banten secara geografis tidak jauh dari jantung ibukota negara Indonesia, namun sering kali dikatakan salah satu provinsi yang tertinggal atau keterbelakangan, baik dari sisi pembanguanan infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurut salah satu anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Sahat Silaban, yang menjadi salah satu faktor penghambat dalam pembangunan baik infrastruktur maupun SDM di Banten yaitu korupsi.
"Terus terang saya sebagai anggota DPR RI melihat Banten dan bisa dibilang salah satu provinsi terkorup," kata politisi Nasdem itu, saat melakukan kunjungan kerja reses komisi V DPR RI di Provinis Banten, Senin (20/2/18).
Menurutnya, bukannya kurang anggaran tetapi budaya korupsinya yang masih tinggi. Tapi mudah-mudahan Gubernur Banten yang sekarang tidak sama dengan Gubernur - Gubernur sebelumnya.
"Jadi, tingkat korupsinya tinggi, bahkan pembangunan-pembangunan jalan itu mungkin besaran nilainya sama dengan provinsi lain. Tapi kok selalu cepat disini rusaknya dibanding yang lain," ucapnya.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, lanjut Sahat, termasuk pembangunan sumber daya manusianya masih terlambat, dan bahkan di Banten ini angka buta hurufnya pun masih tinggi.
"Yang jelas pembangunan SDM itu sangat terlambat kalau menurut saya, coba kita lihat ke daerah pinggiran di Banten kondisi masyarakatnya masih memprihatinkan, dan masih banyak yang harus dibangun disana," tutupnya. (emde)
Menurut salah satu anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Sahat Silaban, yang menjadi salah satu faktor penghambat dalam pembangunan baik infrastruktur maupun SDM di Banten yaitu korupsi.
"Terus terang saya sebagai anggota DPR RI melihat Banten dan bisa dibilang salah satu provinsi terkorup," kata politisi Nasdem itu, saat melakukan kunjungan kerja reses komisi V DPR RI di Provinis Banten, Senin (20/2/18).
Menurutnya, bukannya kurang anggaran tetapi budaya korupsinya yang masih tinggi. Tapi mudah-mudahan Gubernur Banten yang sekarang tidak sama dengan Gubernur - Gubernur sebelumnya.
"Jadi, tingkat korupsinya tinggi, bahkan pembangunan-pembangunan jalan itu mungkin besaran nilainya sama dengan provinsi lain. Tapi kok selalu cepat disini rusaknya dibanding yang lain," ucapnya.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, lanjut Sahat, termasuk pembangunan sumber daya manusianya masih terlambat, dan bahkan di Banten ini angka buta hurufnya pun masih tinggi.
"Yang jelas pembangunan SDM itu sangat terlambat kalau menurut saya, coba kita lihat ke daerah pinggiran di Banten kondisi masyarakatnya masih memprihatinkan, dan masih banyak yang harus dibangun disana," tutupnya. (emde)
