Sudirman30 Gagas 'Rekonstruksi Gerakan Mahasiswa' di Banten
0 menit baca

Bantenekspose.com -
Komunitas Soedirman 30 (KMS30) menggelar diskusi publik, di Parkiran Ilmiah
kampus UIN SMH Banten, Kamis (8/2), dengan mengangkat tema "Rekonstruksi
Gerakan Mahasiswa".
Koordinator Komunitas Soedirman 30 (KMS30), Helmi Faqih
mengungkapkan, tentunya dengan
terselenggaranya kegiatan 'Soedirman 30 Discussion Club' ini, dapat membawa
kesadaran bagi kaum mahasiswa sebagai agent of change dan agent of control
social, dengan situasi (kondisi) yang kian menghimpit watak mahasiswa, dapat
kita lihat hari ini kondisi mahasiswa menunjukkan adanya pergeseran nilai.
"Banten yang dulu punya sejarah dalam menciptakan
sebuah gerakan yang masif harusnya menjadi cerminan bagi mahasiswa hari ini,”
kata Faqih.
Sebelum merekonstruksi gerakan, menurut Faqih, harus
merekonstruksi pemikiran kita terlebih dahulu. Maka mulai dari detik ini, harus
menjadi garda terdepan untuk mendidik penguasa dengan perlawanan, khususnya di
lingkungan pemerintahan Provinsi Banten.
"Jadi, tujuan
dari kegiatan ini yaitu upaya membangkitkankan kembali gerakan mahasiswa di
Banten, khususnya kampus UIN Banten sebagai laboratorium gerakan,"
ujarnya.
Selain itu, Nedi Suryadi memaparkan, berkaitan dengan
gerakan mahasiswa perlu adanya sebuah rekonstruksi, harus mengkritik sebuah
keadaan sebagai buah dari pemikiran, kegelisahan atau kesadaraan.
"Kalau dianalaogikakan terhadap sebuah bangunan, dimana
gerakan mahasiswa melakukan gerakan tanpa tiang. Ketika suatu bangunan roboh
kita tidak menemukan suatu tempat yang kokoh," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli
Publik (ALIPP), Uday Suhada alias kang Uday mengatakan, gerakan mahasiswa
mengalami stagnasi, dehidrasi sehingga memunculkan kesan tidak terkordinir
baik, berbicra terkait situasi di banten yang mendambakan kesejahteraan ketika
memisahkan dari Jawa Barat. Adapun pergerakan di Banten yang di pandang
cenderung pragmatis.
“Gerakan mahasiswa harus mampu berada di garda terdepan,
jangan tergoda dengan hal yang sifatnya pragmatis," jelasnya.
Mengenai soal gagasan, kata Uday, mahasiswa harus melakukan sebuah letupan
besar atas isu daerah maupun nasional. Lalu, sejauh mana kosistensi mahasiswa
terhadap isu yang dihadapi.
"Jika gerakan mahasiswa ingin cenderung bergairah, maka
lakukanlah kajian-kajian,” imbuhnya.
(emde)