DJP Banten Akan Tingkatkan Pelayanan Bersih Menuju Bebas Korupsi
0 menit baca
Bantenekspose.com - Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak
(DJP) Banten akan meningkatkan pelayanan bersih kepada wajib pajak baik pribadi
maupaun badan. Menyikapi hal itu, DJP Banten adakan kegiatan pencanangan
pembangunan zona integritas untuk menuju wilayah bebas korupsi, Jam'at pagi
(23/2), di aula Krakatau Kanwil DJP Banten, Jl. Jend. Soedirman Ciceri, Kota
Serang.
Menurut kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP)
Banten, Catur Rini Widiosari sebenarnya WBK (wilayah bebas korupsi) dan BBM
(birokrasi bersih melayani) itu satu paket lengkap, memang sedua - duanya ini complimentary.
"Jadi kalau bebas wilayah korupsi harus dibarengi
wilayah birokrasi bersih melayani. Nah, itu zona pembangunan integrasi dalam
dua hal itu," kata Rini kepada waktu media.
Lebih lanjut Rini menjelaskan, zona integritas isinya
mengenai wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani. Memang
budaya melayani bersih itu harus betul-betul diterapkan agar bisa melayani
sejajar dengan wajib pajak. walaupun secara hukum posisi DJP lebih tinggi dari
Wajib Pajak.
"Karena kita kan fungsinya melayani, untuk wajib pajak
bisa nyaman, wajib pajak bisa tahu apa hak dan kewajiban mereka,"
jelasnya.
Selain itu juga, kata Rini, harus mampu melayani dengan
memberikan penjelasan, pengetahuan dan pembinaan kepada wajib pajak.
"mereka tidak paham harus diberikan pemahaman, mereka tidak tau harus
diberi tau, mereka bingung harus dikasih tau caranya," ucapnya.
Dikatakan Rini, Dirketorat Jendral Pajak Banten menargetkan
pendapatan pajak untuk tahun ini tidak jauh berbeda dari tahin kemarin yaitu
sekitar 33,3 persen, jika diibaratkan seperti pesawat lepas tandas. Pihaknya
akan fokus dan akan terus memantau perkembangan ekonomi daerah dan nasional,
sektor mana saja yang tumbuhnya
betul-betul signifikan. Contoh sederhananya saja seperti sektor pertambangan,
batubara begitu produknya bagus, harganya akan bagus. Biasanya pemerintah
membuatkan sebuah kebijakan terkait hal itu, dan itu sudah otomatis, karena
yang mempengaruhi adalah ekononi dunia.
"Kita ikut aja memantau ekononi daerah dan nasional,
kalau kita lihat misalkan sektor A tumbuh, kita lihat didatanya, apa benar
sektor tersebut tumbuh juga terutama PPN," katanya
Rini menambahkan, Sementara ini DJP akan tetap fokus pada
sektor Property dan industri, itu masih relevan dan tetap menjadi lirikan
pertama. "karena kita juga mengikuti perkembangan dan permintaan pangsa
pasar," pungkasnya. (emde)
