NEWS

Sarifah, Potret Kecil Pelaku Ekonomi Mikro di Kota ‘Saija Adinda’

Bantenekspose.com – Belakangan ini, hujan terus mengguyur Kota Rangkasbitung dan wilayah Banten lainnya. Situasi ini, sangat berdampak terhadap sejumlah pelaku ekonomi mikro di kota yang penuh dengan torehan sejarah, Rangkasbitung.

Di saat banyak orang bermalasan menunggu hujan reda, tidak demikian bagi sejumlah pelaku ekonomi mikro (baca: pedagang kaki lima) di Kota Rangkasbitung. Bermalasan, sama saja dengan kehilangan sumber pendapatan. Hujan pun tinggal cerita, jualan harus terus berjalan.

Diantara sekian banyak pedagang kaki lima (PKL), yang terpaksa harus berkawan dengan hujan, salah satunya adalah Sarifah, yang kini menapaki usia kepala lima. Ia mengaku, hampir satu bulan ini, berjualan walaupun harus hujan-hujanan. “Gimana lagi, kalau gak jualan gak ada pendapatan,” ujarnya singkat.

Soal pembeli? Hujan yang terus mengguyur tentu saja berdampak pada sepinya pembeli, tidak seperti biasanya, selalu ramai. Itu pula, yang kini harus dihadapi Sarifah, penjual ikan pindang di Rangkasbitung. Walau sepi pembeli, demi kelangsungan ekonomi, ia tetap berjualan pindang di bahu jalan Tirtayasa, PasarRangkasbitung ditengah guyuran  hujan.

“Ikan pindang kalau gak dijula takut busuk. Ya.. demi memenuhi kebutuhan harus rela jualan walaupun hujan-hujanan,” ungkap Sarifah, yang mengaku berangkat dari rumah ke pasar sekitar pukul 02 dinihari hingga pukul 07 pagi.

Sarifah juga bukan tidak ingin seperti PKL lainnya, berjualan di bahu jalan dengan menggunakan tenda. Karena dana belum mencukupi, keinginan itu masih menjadi angan-angan. Hanya terpal plastik yang menutupi barang dagangnnya, itu sudah dirasa cukup.

“Saat ini, yang penting ikan pindang jangan kehujanan. Makanya kalau ikan, ibu tutupi pake terpal plastik. Boro-boro untuk beli tenda, untuk sehari-hari juga ripuh,” ungkap Sarifah kepada Bantenekspose.com seredanya hujan di Pasar Kota Rangkasbitung

Pantauan bantenekspose.com, biasanya para pedagang kaki lima berjualan berjejeran rapat, di sepanjang jalan Tirtayasa. Akibat hujan, tidak seperti biasanya para pedagang kaki lima kali agak renggang akibat.

Bagi keluarganya, Sarifah adalah srikandi penyelamat katup ekonomi. Hujan harus terus berjualan, demi menutupi kebutuhan sehari-hari. Berbeda, dengan mereka kaum berdasi yang selalu berkutat dengan ‘diskusi’ soal ekonomi.

Sebuah potret kecil, di kota dengan legenda Saija Adinda. Sarifah, adalah salah satu saja, dari ribuan pelaku ekonomi mikro di Lebak. Terpikirkah oleh mereka yang kini rebutan kekuasaan. (kohar-Red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar