M Rajab: Politik Harus Dibangun Tanpa Mahar
0 menit baca
Bantenekspose.com – Ditengah
ramainya isu mahar politik, pernyataan Ketua Bidang Media Dewan Pimpinan
Wilayah (DPW) NasDem Sulsel, M Rajab sangat menarik. Menurut penilaiannya, mahar
politik sebagai istilah lain dari politik transaksional merupakan penentuan
pilihan politik yang didasarkan pada bayaran berupa uang atau materi lainnya.
Dalam aturan keseluruhan pemilu, mahar politik jelas dilarang untuk dilakukan.
"Mahar politik itu bagian dari money politik
sehingga tidak boleh dilakukan. Memilih kepala daerah merupakan memilih
pemimpin di daerah, sementara kedudukan pemimpin dalam masyarakat adalah sesuatu
yang terhormat, maka kepemimpinan harus diraih dengan cara-cara yang
terhormat," kata Rajab, seperti dilansir laman resmi partai Nasdem.
Rajab
menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi ramainya bakal calon kepala daerah
yang gagal mendapatkan rekomendasi partai karena tidak mau menyerahkan sejumlah
yang diminta ketua partai. Juru Bicara NasDem Sulsel ini kemudian
menjelaskan, dalam pandangan Partai NasDem, politik harus dibangun tanpa mahar.
Dalam penentuan calon di setiap level pemerintahan, NasDem memberikan rekomendasi
dukungan tanpa harus dibayar.
Hal
ini penting, sebab jika seorang calon pemimpin, untuk mendapatkan kedudukan
kepemimpinannya harus merogoh kocek yang besar, maka ketika terpilih yang
pertama kali dipikirkan adalah bagaimana mengembalikan kocek yang telah
dikeluarkan. Yang menjadi korban nantinya adalah masyakat sendiri. Sehingga,
NasDem bergerak dengan politik tanpa mahar.
Penilaian
lain terkait mahar politik, menurut Rajab, mahar politik hanya akan
menghasilkan kesepakatan semu antara pemberi donasi dan penerima donasi yang
kesepakatan tersebut akan berakhir dengan tindakan balas budi jika berhasil
keluar sebagai pemenang pemilu.
"Jika praktik itu terjadi, maka akan tercipta
efek domino yang saling menguntungkan antara calon dan parpol apalagi melibatkan
donasi dari korporasi sebagai pihak ketiga, itu akan sangat merugikan keuangan
negara dan kedaulatan rakyat," ujarnya.
Meski
demikian, Rajab tidak menafikan jika dalam politik ada yang namanya "Cost
Politic" sebagai biaya operasinal politik. Biaya yang dikeluarkan untuk
membiayai kegiatan partai secara langsung. Dan itu bersumber dari iuran anggota
dan sumbangan yang tidak mengikat.
Disampaikannya
bahwa NasDem mengelola dana partai yang sumbernya dari sumbangan anggota dan
pihak ke tiga. "Cost politic itu
sah dilakukan. Ke toilet saja pakai kost apalagi politik," pungkasnya. (red)
