NEWS

Impor Beras Mengilusi Rakyat, Pepindo Sebut Kebijakan Jokowi-JK Sangat Keliru

Bantenekspose.com - Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi-JK mengenai impor beras pada Januari 2018 sangatlah keliru, yang dianggap sebagai upaya mengatasi krisis pangan di Indonesia, jelas bahwa rezim jokowi hari ini mengilusi rakyat Indonesia dengan dalih untuk menyelamatkan kelangkaan beras.

Menurut Koordinator Persatuan Pemuda Indonesia (PEPINDO) Banten Songga Aurora Abadi,  Impor beras sebesar 500.000 ton disinyalir sebagai langkah dalam mengantisipasi stok persediaan beras yang menipis dalam persiapan akhir januari 2018, tetapi justru sebaliknya di bulan januari hingga maret 2018 para petani sudah siap untuk melakukan panen raya, bahkan stok beras di Banten masih tersedia hingga 9 bulan kedepan.

"Stok beras di Banten masih terdapat surplus, dengan perkiraan produksi Januari hingga Maret 2018 sebesar 512.388 ton beras, melebihi kebutuhan konsumsi penduduk Banten selama Januari-Maret sebesar 324.000 ton beras, belum lagi stok berlebih yang berada di Sulawesi Selatan tersedia hingga 20 bulan kedepan, sehingga diprediksi stok beras yang tersedia berlebih hingga maret 2018, yaitu tersedia 2,6 juta ton," kata Songga di Kota Serang, Ahad (14/1/18).

Hal ini membuktikan, kata Songga, bahwa rezim Jokowi-JK gagap dalam menangani persoalan pangan di Indonesia, persoalan impor beras ini adalah langkah yang keliru dalam rangka menjawab persoalan pangan di Indonesia.

Songga menilai, bahwa kebijakan ini tak lepas dari keterkaitan Negara Indonesia yang masih di bawah bayang-bayang cengkraman Imperialisme AS dengan sekutunya, bahwa dalam konvensi internasional yang telah disepakati oleh Indonesia, salah satunya adalah Agreement on Agriculture (AOA) di WTO, yang memberikan konsesi untuk membuka pasar domestik agar masuknya komoditas pertanian dari luar, ungkapnya.

Lalu, lanjut Songga, mekanisme sepenuhnya akan diserahkan kepada mekanisme pasar, sehingga tak heran jika impor beras saat ini yang berasal dari Thailand dan vietnam, adalah bentuk implementasi cengkraman kapital monopoli asing di Indonesia, sehingga para petani domestik atau petani lokal semakin terperosok kedalam jurang kemiskinan akibat daya beli yang rendah.

"Oleh karena itu, Persatuan Pemuda Indonesia mengecam dan menolak kebijakan rezim Jokowi-JK terkait impor beras, karena telah terbukti tidak menjawab persoalan bangsa ini mengenai pangan di Indonesia, dan semakin merugikan para petani di Indonesia," pungkasnya. (emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar