Harga Beras Terus Meroket,Pelaku Usaha Rumah Makan Mengeluh
0 menit baca
Bantenekspose.com - Harga beras yang terus meroket di pasaran
juga dikeluhkan pelaku usaha rumah makan di Kota Tangsel. Putra, pemilik RM
Talaga Minang di bilangan Pamulang, Rabu (17/1) mengeluhkan bahwa kenaikan
harga beras sangat mempengaruhi terhadap berkurangnya omzet pendapatan
usahanya.
"Tentu kalo kenaikan sangat pengaruh, soalnya orang mau
makan juga semua kan pasti pake nasi. Paling solusinya kita cari beras yang
lebih murah dari yang biasa kita pakai," ucapnya.
Selain membeli beras yang lebih murah, lanjut Putra, Ia juga
berencana akan menaikan harga dagangannya. Meski begitu, Ia mengatakan bahwa ia
tidak akan menaikan dengan drastis, karena takut kehilangan pelanggan.
"Kalau engga beli yang murah, paling kita naikin harga,
soalnya kalo sudah naik begini, beras-beras murah juga jadi laku, jadi kita sering
engga kebagian," ungkapnya.
Sementara itu, Sentot pedagang sembako di Pasar Cimanggis
mengatakan, bahwa memang satu bulan ini harga beras terus naik. Sentot juga
menjelaskan kenaikan drastis tersebut, Ia katakan malah seperti ganti harga.
"Sudah hampir se- bulan ini naik terus, sampe kaya
ganti harga ini sih. Kalo kita sih pedagang beras engga masalah, yang sering ngeluh sih tukang warung
nasi," jelasnya.
Sejauh ini baru beras yang naik, lanjut Sentot, untuk
barang-barang kebutuhan lain belum ada kenaikan harga. Dijelaskan Sentot,
kenaikan harga semua jenis beras dikisaran angka Rp2.000.
"Kenaikan harganya sekitar dua ribu, kalo di itung per
karung sekitar 125 ribu untuk yang paling murah dengan gramasi 50 kilo
gram," ucapnya.
Dari pantauan Tangerang Raya di Pasar Cimanggis, kenaikan
beras tersebut bervariatif. Seperti; beras merk Lotus Mas dari harga
Rp10.000/Kg menjadi Rp11.500/Kg. Merk Ikan mas: dari Rp9.000/Kg menjadi
Rp11.000/Kg. Jenis beras Pera Super dari Rp11.000/Kg menjadi Rp11.500/Kg.
Sedangkan untuk beras ketan; Ketan lokal naik dari Rp20.000 menjadi Rp24.000.
Ketan Impor (Merk Paris) dari Rp25.000 naik menjadi Rp27.000.
Terkait permasalahan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian
dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, Maya Mardiana, kemarin mengatakan bahwa
kenaikan ini disebabkan oleh stok nasional yang mulai menipis.
"Berdasarkan informasi dari kementrian Perdagangan,
tingginya harga beras di indonesia saat ini disebabkan oleh kurangnya pasokan
beras di pasar induk khususnya dengan kualitas medium,” kata dia.
Penyebabnya, masa panen mulai masuk di Januari. Harga gabah
di tingkat petani di daerah produsen masih tinggi.
Untuk itu, Maya berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan
operasi pasar dengan mendistribusikan beras medium. Sehingga pasokan bertambah.
Kenaikan harga pun dapat ditekan.(djo/dam)
