Gara-gara Pukuli Pedagang, Centeng Pasar Ditangkap
0 menit baca
Bantenekspose.com - Pelaku penganiayaan
terhadap Siswanto, seorang pedagang di pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang
berhasil diringkus SatReskrim Polres Metro Tangerang..
Pelaku yang diketahui berinisial HAO ini
diringkus petugas saat berada di area pasar Induk Tanah Tinggi. Pelaku
ditangkap di blok F Pasar Induk Tanah Tinggi. Pelaku ini merupakan dari pihak
manajemen pasar," kata Waka Polres Metro Tangerang, AKBP Harley Silalahi.
Harley mengungkapkan, peristiwa itu terjadi
pada 30 Desember lalu. Saat itu korban mendapat informasi bahwa akan ada
sosialisasi aturan oleh pihak manajemen pasar.
Korban yang tidak senang dengan sosialisasi
tersebut lalu melakukan orasi di tengah pasar. Saat melakukan orasi, pelaku
yang merupakan karyawan pasar itu datang menghampiri korban.
"Di tengah orasi korban, manajemen pasar
datang, tak berapa lama pelaku melakukan pemukulan sebanyak dua kali yang
mengarah ke arah wajah bagian pipi kiri dan kanan korban," ungkap Harly
Karena tersulut emosi, HAO pun semakin beringas
dengan terus menerus memukuli korbannya. "Kemudian korban menutup mukanya
dengan kedua tangannya dan pelaku terus melakukan pemukulan ke arah muka. Namun
mengenai tangan korban," tukasnya.
Sehari setelah kejadian, korban lalu membuat
laporan polisi. Pada hari yang sama tersangka juga ditangkap tanpa perlawanan.
Selain menangkap pelaku, polisi juga menjadikan hasil visum sebagai barang
bukti.
"Tersangka dijerat pasal 351 (KUHP)
tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," pungkas
Harley.
Sementara itu, ketika ditanya awak media, HAO
mengaku bekerja sebagai tim eksekusi dari manajemen pasar sejak tahun 2000
silam.
"Pekerjaan asli saya sebagai tim eksekusi.
Kalau pedagang enggak bayar lapak, saya yang eksekusi," ucapnya.
HAO juga mengaku memukuli Siswanto karena tidak
terima dengan undangan sosialisasi yang akan diberikannya.
"Saya disuruh ngasih undangan, Siswanto
enggak terima, terus saya kebawa emosi, ya akhirnya saya pukulin,"
tandasnya. (dam)
