NEWS

DOB Cilangkahan Adalah Keniscayaan

Bantenekspose.com – Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Cilangkahan, hingga kini masih melekat di masyarakat dan diyakini akan menjadi sebuah keniscayaan. Hal tersebut mengemuka dalam Stadium General yang digelar Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC), di aula Vila Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Senin (15/1/2018).

Dalam acara yang merupakan rangkaian dari Musyawarah Tinggi (Musti) V IMC ini, hadir sejumlah tokoh masyarakat Cilangkahan (Lebak selatan-red), para ketua organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan ratusan mahasiswa dari Cilangkahan.

Salah satu narasumber dalam acara tersebut, Ketua Yayasan Nurul Hidayah Ahmad Taufik mengungkapkan, bahwa proses pembentukan DOB Cilangkahan saat ini domainnya ada di Pemerintah Pusat. Namun, kenapa DOB Cilangkahan ini tidak segera terwujud juga?, itu dikarenakan hingga saat ini ada moratorium atau penghentian sementara oleh pemerintah.

“Pemerintah juga beralasan persoalan anggaran yang mengganjal terbentuknya DOB Cilangkahan,” kata Ahmad Taufik yang hingga saat ini menjabat Sekertaris Jenderal Badan Koordinasi Pembentukan Kabupaten Cilangkahan (Bakor PKC).

Dijelaskan Ahmad Taufik, Bakor PKC senantiasa melakukan komunikasi politik dengan pemerintah pusat. Terlebih lagi, pemerintah Kabupaten Lebak sudah membentuk wadah yang bernama Tim Pembentukan Kabupaten Cilangkahan yang diketuai oleh Sekda Lebak, dan tim khusus untuk melakukan lobi kepada pemerintah pusat itu dipercayakan kepada Wakil Bupati (Wabup) Lebak Ade Sumardi.

“Kebetulan kan pak Wabup itu politisi dari partai yang sama dengan presiden, sehingga kami anggap ideal untuk melakukan lobi kepada presiden,” katanya.

Ditegaskan Ahmad Taufik, bahwa DOB Cilangkahan itu sudah menjadi keniscayaan yang sudah pasti akan tersealisasi, hanya tinggal menunggu waktu saja. Bagi masyarakat Lebak Selatan, DOB Cilangkahan itu bukan lagi sekedar hanya keinginan melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan.

“DOB Cilangkahan harga mati. Rasanya kita semua masyarakat Cilakangkahan sepakat,” tegas Ahmad Taufik.

Sementara itu, Endayani pendiri IMC mengatakan, bahwa IMC ini merupakan leading sektor organisasi di wilayah Lebak Selatan, yang artinya dijadikan sebagai wadah pemersatu untuk bersama-sama berjuang.

“Kita sebagai generasi muda tentu akan senantiasa berdampingan dengan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan DOB Cilangkahan,” katanya.

Dijelaskan Endayani, IMC merupakan organisasi yang berdiri sejak 2008 dan konsentrasi terhadap segala problematika yang terjadi di wilayah Lebak Selatan, baik persoalan sosial, politik dan semua hal yang berkaitan dengan masyarakat Cilangkahan. 

“IMC tempat digodognya sumber daya manusia agar kelak dapat melahirkan manusia-manusia yang cerdas. Jika sudah cerdas, saya yakin kesehjahteraan akan mengikuti dan kesehatannya pun akan terjamin,” katanya. (sam)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar