Dinilai Mumpuni, Mahasiswa Dorong Jazuli Nyalon DPD RI
0 menit baca
Bantenekspose.com - Jaringan Mahasiswa Banten yang terdiri
dari aktivis mahasiswa berbagai kampus di Provinsi Banten, mendaulat Presidium
Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Banten, Ahmad
Jazuli Abdillah, agar maju menjadi calon senator atau Dewan Perwakilan Daerah
Republik Indonesia (DPD RI) pada Pileg 2019 nanti.
Elisa, mahasiswa UNSERA menilai Jazuli agar tampil mewakili aktivis yang dekat dengan pemuda dan mahasiswa, pengalamannya sebagai aktivis cukup panjang.Selain itu, kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat juga sudah teruji,
"Kapasitas intelektualnya juga tidak diragukan, modal popularitasnya sangat potensial didongkrak. Inilah faktor pertimbangan kami mendaulat agar serius maju di Pemilu 2019 nanti," kata Elisa, mahasiswi UNSERA disela-sela acara pelatihan kepemimpinan mahasiswa di Serang.
Koordinator Jaringan Mahasiswa Banten yang juga mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Tangerang, Ahmad Kemal Mulya, menegaskan bahwa iklim
politik jelang Pilkada 2018 ini sudah tidak demokratis bahkan tidak menarik
dengan banyak calon tunggal.
"Incumbent merajai dan memborong semua parpol menjadi
pengusungnya. Ini karena calon yang maju harus miliki modal besar atau ongkos
yang mahal, jangankan kalangan aktivis, dari kalangan pimpinan parpol saja
tidak berani maju. Ini ironis. Makanya kita akan coba mendorong aktivis melalui
jalur independen pada Pileg 2019 nanti buat calon DPD RI, yaitu Bang Jazuli,
tidak perlu lewat parpol, tapi lewat semangat gotong royong dan
mengkapitalisasi potensi masyarakat yang sadar buat mendukung," kata Kemal.
Kemal menambahkan bahwa awalnya ia dan kawan-kawan mendorong
Jazuli menantang Arief Wismansyah sebagai calon Walikota Tangerang lewat jalur
independen agar Pilkada lebih ramai dan demokratis, tidak calon tunggal.
"Awalnya kami dorong Bang Jazuli maju lawan Arief, tapi
tahapannya sangat mepet, padahal gerakan ngumpulin fotocopy KTP sudah berjalan.
Akhirnya ini buat investasi dukungan DPD RI saja," katanya
Jazuli yang didaulat beberapa saat setelah menjadi
narasumber, menyampaikan bahwa dirinya bukan tipe ambisius terhadap jabatan,
terlebih jabatan politik seperti DPD RI atau Kepala Daerah.
"ya, bila ada yang dukung positif thinking ajalah, yang
penting jangan sampai ujub dan takabur. Apalagi ini soal jabatan politik yang
prosesnya panjang dan berliku, bukan hanya butuh modal sosial tapi juga mental
bahkan material harus disiapkan. Jadi kita harus rasional obyektif, lihat aja
perkembangan politik ke depan, sekarang sih banyakin silaturrahmi aja, kan kita
percaya kata Nabi bakal ditambahkan rezeki dan dipanjangin usia," ujar
mantan Komisioner KPU kota Tangerang. (dam).
