Dede Jaelani: Tugas Kementerian Agama Menyertai Denyut Nadi Kebangsaan
0 menit baca
Bantenekspose.com –Kementerian Agama hadir untuk mengatur,
membimbing, melayani serta melindungi semua pemeluk agama di dalam Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama,
menyertai denyut nadi kebangsaan kita dan juga bertugas sebagai pengawal dasar
negara yaitu Pancasila, yang di dalamnya mengandung nilai-nilai agama dan
mencerminkan jatidiri bangsa Indonesia.
Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (sekda) Kabuapten Lebak
H. Dede Jaelani, saat menjadi pembina upacara, pada peringatan Hari Amal Bakti
(HAB) Kementrian Agama RI Ke-72 Tahun 2018 di alun-Alun Kota Rangkasbitung,
Lebak, Rabu (3/1/2018)
Dilanjutkan Dede, Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah
jantung kebangsaan, tempat bertemunya semangat beragama dan cinta Tanah Air.
Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab berintikan ajaran universal semua
agama dalam menghargai jiwa, kehormatan, dan kehidupan setiap manusia. Sila
ketiga, Persatuan Indonesia bermakna ikatan bangsa yang merajut keberagaman dan
keberagamaan masyarakat Indonesia. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan/Perwakilan mewujud pada sistem
demokrasi yang khas Indonesia. Sila kelima, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh
Rakyat Indonesia diterjemahkan dalam kebijakan menggerakkan segenap sumberdaya
demi perbaikan nasib dan meningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Kita patut bersyukur, berbagai upaya perbaikan telah
membuahkan hasil. Mengiringi usianya yang ke72, Kementerian Agama sukses
menorehkan sejumlah prestasi. Di bidang tata kelola, mendapat opini hasil audit
BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan kenaikan indeks penilaian
reformasi birokrasi,” kata Dede
Dalam bidang pelayanan haji, lanjut Dede, indeks kepuasan
jemaah haji terus meningkat. lndeks kerukunan beragama berada dalam angka
positif. Begitu pula dengan pelayanan nikah di KUA. Juga kenaikan pada standar
mutu pendidikan agama dan keagamaan di tingkat dasar, menengah maupun perguruan
tinggi. Selain itu, Kementerian Agama dinilai sebagai penyumbang PNBP terbesar,
pelapor LHKPN terbanyak serta beberapa penghargaan lainnya dari Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Ini menunjukan bahwa kita telah mampu bertransformasi
melalui sistem yang baik. Namun, hal ini harus segera diimbangi dengan
perubahan mental, cara berpikir, dan budaya kerja yang baik. Lima Nilai Budaya
Kerja tak boleh sekadar jadi slogan, tapi harus terus terinternalisasi dalam
setiap pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja. Selain itu, prinsip bersih
dan melayani harus senantiasa dijunjung tinggi,” pungkas Dede Jaelani (Kohar)
