Bisa Menangkah Bumbung Kosong?
0 menit baca
Bantenekspose.com – Tiga dari
empat wilayah di Provinsi Banten, menyelenggarakan pemilihan kepala daerah
(pilkada) 2018, dengan pasangan calon (paslon) tunggal. Mereka notabene
petahana harus berhadapan dengan bumbung (kotak, red) kosong. Entah siapa yang
salah? Lantas bisa menangkah bumbung kosong?
Tentu kita belum lupa, apa yang
pernah terjadi di pulau Jawa. Rabu (15/2/2017), peristiwa politik yang sangat
unik itu terjadi, saat perhelatan pilkada serentak 101 daerah di Indonesia.
Ternyata, “bumbung kosong” menjadi pemenang. Bumbung kosong, memang disediakan
Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk daerah yang hanya mempunyai pasangan calon
tunggal. Pilkada pun harus diulang, manakala pemenangnya adalah bumbung kosong.
Ya, peristiwa tahun 2017 kemarin itu terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pada proses Pemilihan Bupati dan
wakil Bupati itu, hanya memunyai satu pasangan kandidat, yakni petahana
Haryanto-Saiful Arifin (Harfin). Mereka bertarung melawan bumbung
kosong.setelah penghitungan suara sementara, mereka kalah.
Petahana Haryanto-Saiful Arifin
(Harfin), memimpin Kabupaten Pati dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 1,5
juta. Proses bertarung dengan bumbung kosong, tidak tanggung didukung oleh
delapan partai politik, yakni PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB, PKS,
Partai Hanura dan PPP.
Dukungan partai seolah tak
berarti, di Kabupaten Pati. Faktanya, petahana kalah oleh bumbung kosong, saat penghitungan sementara.
Kemenangan bumbung kosong ini, sempat dilaporkan oleh Mendagri Tjahyo Kumolo saat itu ke Presiden Joko Widodo.
Tak lama berselang, nada protes pun berdatangan dari Kabupaten Pati. Hitung sementara yang menang iya bumbung kosong. Namun dalam hitungan selanjutnya, hasil hitung TPS (form C1) KPU Kabupaten Pati, paslon tunggal Haryanto dan Saiful Arifin mendapatkan 74,52 persen suara dan kotak kosong memperoleh 25,48 persen suara. Data tersebut diperoleh dari proses entri data model C1 yang belum ditetapkan KPU secara final
Ini terjadi tahun kemarin, semoga di Banten, tidak terjadi. Petahana Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, tentu sudah belajar banyak. Belajar untuk tidak kalah oleh “bumbung kosong”. (sage)
Kemenangan bumbung kosong ini, sempat dilaporkan oleh Mendagri Tjahyo Kumolo saat itu ke Presiden Joko Widodo.
Tak lama berselang, nada protes pun berdatangan dari Kabupaten Pati. Hitung sementara yang menang iya bumbung kosong. Namun dalam hitungan selanjutnya, hasil hitung TPS (form C1) KPU Kabupaten Pati, paslon tunggal Haryanto dan Saiful Arifin mendapatkan 74,52 persen suara dan kotak kosong memperoleh 25,48 persen suara. Data tersebut diperoleh dari proses entri data model C1 yang belum ditetapkan KPU secara final
Ini terjadi tahun kemarin, semoga di Banten, tidak terjadi. Petahana Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, tentu sudah belajar banyak. Belajar untuk tidak kalah oleh “bumbung kosong”. (sage)
