NEWS

Soal Angkutan Darat, 50 % Dinyatakan Tidak Layak Jalan

Bantenekspose.com – Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Kementerian PerhubunganBambang Prihartono menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sudah menyebar 30.000 lebih petugas untuk bergabung bersama pihak kepolisian untuk mengamankan jalur-jalur yang diprediksi akan ramai di lewati masyarakat menjelang Natan dan tahun baru.

“Demi memastikan kendaraan layak jalan. Khususnya kendaraan transportasi darat. Pihak kami melakukan ramp check untuk berbagai kendaraan khususnya mobil berpenumpang seperti bis, untuk mengetahui kondisi kendaraan transportasi darat itu,” kata Bambang.  

Setelah dilakukan uji kelayakan, lanjut Bambang, hasilnya 50% kendaraan transportasi darat yang ingin beroperasi mengantar penumpang ke tempat tujuan, dipastikan tidak layak jalan. Karenanya Kementerian Perhubungan meminta kendaraan yang dianggap tidak layak jalan harus memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh pemerintah. Sebagai angkutan natal dan tahun baru.

"Kami akan jamin keselamatan dan keamanan maka kami lakukan ramp check hasilnya tidak layak jalan 50% jalan. transportasi darat  kami tidak beri stiker artinya bis ini tidak boleh dijalankan," tambahnya. 

Berbagai persyaratan untuk memenuhi standar minimal dimana kendaraan boleh menjadi angkutan natal dan tahun baru itu. Kementerian Perhubungan  meminta Pengusaha aotobus untuk melengkapi kelengkapan kendaraan. Dari 50% yang awalnya diklaim tidak layak jalan itu sekitar 15% nya terpaksa di tilang karena sebab sudah memiliki kerusakan yang komplikasi. 

"Itu yang kami khwatirkan 50%  kalau tidak jalan itu tentu penumpang akan kekurangan sarana transportasi, kita himbau PO bus untuk segera perbaiki, hanya 15%  yang terpaksa di tilang karena uda fatal yang lain udah bisa jalan kembali," tandasnya.

Diketahui, Pemerintah menetapkan bahwa periode posko Natal hingga tahun baru sudah mulai dilaksanakan dari 18 Desember lalu hingga 8 Januari 2018 mendatang. Posko monitoring dilakukan untuk mengantisipasi keselamatan dan keamanan masyarakat yang ingin merayakan natal dan tahun baru di daerah asalnya. (red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar