Keagungan dan Keutamaan Hari Jum’at
0 menit baca
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersabda. “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]
Rasulullah juga pernah
bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat,
maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan
ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan
engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan
bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah,
An-Nasa’i)
Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah shalat ashar (seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.
Amalan Mulia
Allah mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari
seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan
yang datangnya langsung dari Allah.
Beberapa rahasia keagungan dan keutamaan hari Jumat adalah sebagai berikut;
Beberapa rahasia keagungan dan keutamaan hari Jumat adalah sebagai berikut;
Pertama, Hari
Keberkahan. Di mana di hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di
masjid-masjid untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah
Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang
ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan
dunia. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33
keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan.
Kedua, Hari Dikabulkannya Doa. Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa.
Kedua, Hari Dikabulkannya Doa. Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa.
“Di hari Jumat itu
terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan
memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’
Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu
itu.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” [Muttafaqun Alaih]
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” [Muttafaqun Alaih]
Ketiga, Hari
Diperintahkannya Shalat Jumat. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti
dari meninggalkan shalat Jumat. Atau (jika tidak) Allah pasti akan mengunci
hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim].
Dalam riwayat lain Rasulullah menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang
diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau
anak kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]
“Hai orang-orang
beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu
kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih
baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS: Al-Jumu’ah:9]
“Barangsiapa yang
bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan
kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah
dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun
baik puasa dan shalatnya..”
Keempat, Hari Pembeda
antara Islam dan Non-Muslim. Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain
itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang
Nashrani.
Abu Hurairah
meriwayatkan, Rasulullah bersabda: “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum
kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari
raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari
Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari
Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan,
yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti
kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir,
namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan
perkaranya sebelum seluruh makhluk.” [HR. Muslim]
Kelima, Hari Allah menampakkan diri. Dalam sebuah riwayat disebutkan,Hari Jumat Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.”
Kelima, Hari Allah menampakkan diri. Dalam sebuah riwayat disebutkan,Hari Jumat Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.”
Masih banyak keistimewan hari Jumat. Di antaranya adalah; Dalam “al-Musnad” dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.
Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya. (sumber: hidayatullah.com)
