Bupati Lebak: Indonesia Sehat Diwujudkan Melalui keluarga Sehat
0 menit baca
Bantenekspose.com – Sosialisasi Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan deklarasi Desa Stop Buang Air Besar
Sembarangan di Kabupaten Lebak, langsung dihadiri oleh Bupati Hj Iti Octavia
Jayabaya dan wakilnya H Ade Sumardi, Rabu (27/12).
Dalam sambutannya, Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya
mengatakan, dengan mendorong PIS-PK dan Germas, dengan program Nawacita ke 5
yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia manusia. Pemerintah berupaya
membangun kemandirian keluarga dan masyarakat, dalam hidup sehat sebagai upaya
promotif dan preventif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
Pada akhirnya, tercipta masyarakat yang produktif yang dapat
berperan aktif dalam pembangunan Lebak, sesuai dengan program unggulan
Kabupaten Lebak yaitu Lebak Cerdas, Lebak Sehat dan Lebak Sejahtera.
"Patut disyukuri, di tahun ini ada 14 desa di Kabupaten
Lebak yang telah stop buang air besar sembarangan. Diharapkan di tahun-tahun
mendatang, Kabupaten Lebak seluruh desanya dapat melaksanakan stop buang air
besar sembarangan. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kerjasama
pemerintah, swasta dan masyarakat,” ungkap Iti.
Adapun 14 Desa yang telah diverifikasi yang sudah stop buang
air besar sembarangan diantaranya, Desa Pasir Gombong Kec Bayah, Desa Pamubulan
Kec. Bayah, Desa Giri Mukti Kec Cilograng, Desa Gunung Batu Kec. Cilograng,
Desa Wanasari kec. Cibeber, Desa Sukaharja Kec. Cikulur, Desa Pasir Nangka Kec,
Muncang, Desa jagakarsa Kec. Muncang, Desa Giri Jagabaya kec. Muncang, Desa
Muncang Kec. Muncang, Desa Cikatapis Kec. Kalang Anyar, Desa Kaduagung Tengah
Kec, Cibadak, Desa Pasir Tangkil Kec. Warung Gunung, Desa Sindang Sari Kec.
Warung Gunung.
Lebih Lanjut It mengatakan, banyak hal yang mempengaruhi
derajat kesehatan antara lain prilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan dan
keturunan, dan yang paling besar pengaruhnya pengaruhnya adalah prilaku.
"Marilah kita bersama-sama mensukseskan program Indonesia
Sehat dengan pendekatan keluarga, mulai dari diri sendiri dan lingkungan
keluarga. Indonesia Sehat dapat diwujudkan melalui keluarga-keluarga yang
sehat, sehingga membentuk masyarakat sehat,” tutup Iti. (kohar)
