KIE KREATIF BKKBN Gelar Sosialisasi di Tangerang
0 menit baca
Bantenekspose.com - Tidak sedikit permasalahan penyebab melemahnya
pelaksanaan program KB dalam beberapa dekade ini. Salah satu penyebab kondisi
program tersebut adalah berkurangnya personel petugas dan penyuluh KB di
tingkat desa. Terlebih dirasakan melemahnya program tersebut ditingkat
perdesaan.
Kendati berkurangnya jumlah
petugas penyuluh, namun masih ada strategi dan kiat dalam mempertahankan
kejayaan program tersebut. Upaya mengembalikan gaung dan pelaksanaan KB perlu
ditingkatkan edukasi kepada masyarakat di wilayah perdesaan, kata dr. Nurizky
Permana, salah seorang perwakilan dari BKKBN Provinsi Banten kepada para
peserta Sosialiasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Kreatif tahun 2017 di
Gunung Kaler Tangerang. Senin, 30/10/17
Ia mengatakan, sebagian
besar masyarakat telah mengetahui KB, tapi tidak sedikit juga kurang memahami
manfaat program secara utuh terutama dari aspek kesehatan reproduksi.
"Jika KB tingkatkan
program komunikasi informasi dan edukasi (KIE) maka persoalan minimnya jumlah
penyuluh tidak menjadikan program itu melemah," kata dr. Nurizky.
Itu, dapat dilihat dengan
masih adanya permintaan pasangan usia subur mendapati pelayanan dengan beberapa
jenis kontrasepsi di klinik pemerintah dan swasta, kata dr.
Nurizky. Menurutnya, materi suluh program KB pada era ini, sarat dengan materi
kekinian yang mengacu pada program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga
yang telah dituangkan dalam UU No.52/2009 tentang perkembangan kependudukan dan
pembangunan keluarga, ujarnya.
Dengan demikian maka program yang
diamanatkan melalui BKKBN itu akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik
keluarga mampu maupun miskin.
"KB itu bukan hanya
baik bagi keluarga miskin, karena KB itu dapat meningkatkan kesehatan
reproduksi dan menekan kematian ibu dan bayi," ujar dr. Nurizky
Sementara perwakilan BKKBN
Provinsi Banten yang lain mengatakan, Indikator penting dalam
program Kependudukan dan Keluarga Berencana adalah prevalensi KB dan
angka fertilitas. Ia mengakui, upaya mengembalikan keberhasilan
program KB perlu perkuat KIE terutama di wilayah perdesaan, wilayah terpencil,
tertinggl dan perbatasan.
Informasi mengenai
tingkat pemakaian kontrasepsi (prevalensi
kontrasepsi) penting untuk mengukur keberhasilan program Keluarga
Berencana, pungkasnya.
Sementara Ketua Komisi IX DPR RI
Drs. H. Irgan Chairul Mahfidz Menambahkan kekuatan pokok negara Indonesia
adalah keluarga, sebab keluarga yang tidak menghasilkan generasi yang
berkualitas, hanya akan merugikan negara.
"Kekuatan negara dibangun
dari kekuatan keluarga, kalau generasi yang lahir tidak hebat, maka negara akan
kolaps," katanya.
