DPP Persada Kembali Gelar Lelang Karya Anak Berkebutuhan Khusus
0 menit baca
Bantenekspose.com
– Bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan 10 Nopember, Dewan Pengurus
Pusat Perhimpunan Sahabat Difabel
(Persada) Banten, kembali menggelar pameran seni rupa dan lelang karya anak
berkebuthan khusus.
Kegiatan yang dilaksanakan di museum negeri
Taman Budaya Banten (eks pendopo gubernur), dihadiri oleh sejumlah undangan. Nampak
hadir perwakilan Raja dan Sultan Nusantara, Kesultanan Banten dan Cirebon,
Walikota Serang dan unsur pimpinan daerah Provinsi Banten.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP Persada Banten
Memi Emiliasari berharap Pemerintah Provinsi Banten maupun Kabupaten dan Kota, tetap
memperhatikan anak-anak tak terkecuali anak-anak berkebutuhan khusus.
“Setiap anak
mempunyai keunikan yang berbeda-beda, tidak sama satu dengan lainnya sekalipun
sedarah dan sekandung. Keunikan setiap anak sejatinya harus digali,
diarahkan dan ditangani secara khusus. Penanganan secara khusus inilah yang
belum dipahami benar oleh orangtua pada umumnya,” kata Memi.
Lebih lanjut Memi mengatakan, setiap anak mempunyai hak mengembangkan potensi diri
bukan melulu tentang akademik. Ada potensi-potensi non akademik yang juga sama
pentingnya bagi perkembangan anak itu sendiri. Demikian halnya, dengan anak berkebutuhan khusus, yang secara umum dianggap
mempunyai "kekurangan", tidak lantas begitu saja melakukan pembiaran
terhadap potensi yang ada padanya.
Hasil karya Anak Berkebutuhan Khusus ini harus diberikan kesempatan untuk dilihat, dinikmati dan diapresiasi oleh masyarakat yang belum tahu "kehebatan" atas karya yang dihasilkan. “Menggali potensi anak berkebutuhan khusus harus dan wajib dilakukan. Karena setiap Anak Berkebutuhan Khusus pasti mempunyai "kelebihan" alami yang Allah berikan. Anak Berkebutuhan Khusus dapat membuat karya terbaik sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya,” lanjut Memi.
Sementara Walikota Serang Tb Khaerul Jaman, yang hadir dalam
kesempatan tersebut sangat mengapresiasi perhelatan yang dilaksanakan DPP
Persada Banten.
“Menyikapi persoalan anak berkebutuhan khusus menjadi sebuah
keharusan. Talenta mereka harus didorong, dibina serta dibimbing, agar menjadi
manusia yang bermanfaat, untuk mengisi pembangunan di wilayah kita,” ujar Jaman.
(red)
