Puluhan Mahasiswa Jadi Relawan Kampung al-Qur'an
0 menit baca
Bantenekspose.com - Sebanyak 35 mahasiswa
pengkaji dan penghafal Al-Qur’an yang berasal dari beberapa perguruan tinggi,
diantaranya Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), institut Ilmu Alquran (IIQ),
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STIA)
AlHikmah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Arab (LIPIA) terhimpun dalam satu
wadah bernama Relawan Kampung Al-Qur’an.
Bupati
Lebak Iti Octavia Jayabaya mengapresiasi para mahasiswa yang berinisiasi
melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat berbasis Alquran melalui kampung
Alquran sekaligus melepas secara resmi para mujahid Alquran di Aula multatuli
sekretariat Daerah, Sabtu (5/8/17).
Direktur
Relawan Kampung Al-Qur’an Usnan Hasibuan memilih Kabupaten Lebak sebagai ladang
amalnya karena di Lebak ada Perbub Magrib Mengaji, Perda Madrasah Diniyah serta
banyak program pemerintah yang peduli terhadap perkembangan keagamaan seperti
insentif kepada guru mengaji, pimpinan ponpes, bantuan pembangunan ponpes
dan lainnya.
"Kegiatan
ini dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, pada kesempatan ini para
relawan akan disebar di Kecamatan Muncang Desa Girijayabaya dan Desa Mekarwangi,
serta Kecamatan Cimarga Desa Sangiangjaya." kata Usnan Hasibuan
Berawal
dari niat dengan aksi nyata menjadi manfaat, Usnan melanjutkan, adalah moto
relawan. kampung Alquran, yang ingin mengamalkan ilmunya kepada masyarakat agar
menjadi bekal amal jariyah kami dan selama 2 minggu kedepan kami akan tinggal
di beberapa desa untuk mengamalkan ilmu yang kami miliki.
Program
kampung Alquran sangat sejalan dan bersinergi untuk mensukseskan program magrib
mengaji yang sedang dijalankan oleh pemerintah Kabupaten Lebak melalui cara
sederhana yaitu mengajak dan memberikan contoh kepada anak-anak untuk membaca alquran
mulai pukul 18:00 sampai dengan pukuk 20:00 wib.
Sementara
itu, Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya, mengatakan menyukseskan program
magrib mengaji, Pemerintah Kabupaten Lebak tentunya tidak bisa berjalan dengan
sendiri, kami senantiasa dibantu oleh Forum Komunikasi Gerakan Magrib Mengaji
(FK-GMM), yang kepengurusannya melibatkan masyarakat mulai dari tingkat
Kabupaten sampai tingkat Desa sehingga kegiatan magrib mengaji bisa
terselenggara di setiap kampung.
Selain
FK-GMM, Iti Octavia menambahkan, magrib mengaji juga terus disyiarkan oleh
beberapa entitas lain yang bergiat dalam kegiatan studi baca Alquran seperti
one Day One Juz (ODOJ), forum Komunikasi remaja masjid lebak(FKRML), baik
kegiatan Al Quran Al Ustadz (Kalkulus) yang dipusatkan di Masjid Agung Al A'raf
maupun kegiatan Lebak Mengaji On Air (LMOA) yang disiarkan langsung dari radio
Multatuli FM.
"Walaupun
penuh keterbatasan dalam ketersediaan anggaran pada APBD Lebak, Namun kami
terus berusaha untuk menumbuhkan semangat mengaji Alquran kepada masyarakat
terutama kepada anak-anak," ungkapnya.
Bupati
Lebak juga mengatakan, suksesnya gerakan magrib mengaji sesungguhnya tidak bisa
berpijak dari pendekatan struktural saja seperti regulasi dan insentif, namun
yang menjadi penting adalah bagaimana magrib mengaji ini dapat menjadi gerakan
kultural yang membumi tengah-tengah masyarakat.
“Pemerintahan
Kabupaten Lebak berharap, dengan adanya Program relawan kampung Alquran ini
bisa memaksimalkan ikhtiar dalam membumikan Al Quran dengan mempelajari dan
mengajarkan al-quran kepada masyarakat,” katanya Iti ( Jaf/Har)
