Pariwisata Lebak, Sumber PAD yang Harus Dimaksimalkan
0 menit baca
Bantenekspose.com - Memasuki tahap grand final, 16 peserta (8 calon duta Saija dan 8 calon duta Adinda) kembali bersaing memperebutkan duta wisata Saija-Adinda adinda terpilih tahun 2017.
Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya, mengatakan duta wisata Saija-Adinda diharapkan sebagai sosok yang dapat menjadi bagian terdepan dalam menggali, memperkenalkan hingga kemudian menjadi bagian dari denyut kehidupan seni, budaya dan pariwisata di Kabupaten Lebak.
"Saya harapkan, duta Saija-Adinda bisa menjadi bagian terdepan dalam menggali potensi wisata di Kabupaten Lebak," kata Iti Octavia Jayabaya.
Pariwisata, lanjut Iti, merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah (PAD). Dalam usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi pariwisata daerah, diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi.
"Pariwisata dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan di Kabupaten Lebak," kata Iti Octavia, yang didampingi Wakil Bupati Ade Sumardi dan Ketua Dekranasda Muhammad farid Dermawan, dalam acara Grand Final pemilihan duta wisata Saija-Adinda tahun 2017 di Gedung Latansa, Jumat (11/8/17).
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Hayat Sahida, menjelaskan Kabupaten Lebak akan lebih fokus menggali sektor pariwisata yang terbagi menjadi 3 jenis wisata, yaitu wisata alam, wisata budaya dan wisata religi. Kabupaten Lebak memiliki destinasi wisata alam cukup banyak seperti pantai Sawarna, pantai Bagedur, pemandian air panas, kebun teh Cikuya, dan lainnya. Dalam hal wisata budaya, Kabupaten Lebak mempunyai suku Baduy, kemudian acara seren taun kasepuhan Cisungsang, kasepuhan Citorek.
Masihh kata Hayat, yang dimaksud wisata religi, Kabupaten lebak sebagai daerah seribu madrasah, memiliki ribuan pesantren diantaranya pesantren Latansa, yang santrinya mencapai delapan ribuan di Kecamatan Cipanas.
"Setiap minggunya banyak orang tua santri yang berasal dari luar daerah, berkunjung ke Lebak untuk menengok anaknya yang bersekolah di pesantren," tutur Hayat Sahida. (Jaf/har)
Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya, mengatakan duta wisata Saija-Adinda diharapkan sebagai sosok yang dapat menjadi bagian terdepan dalam menggali, memperkenalkan hingga kemudian menjadi bagian dari denyut kehidupan seni, budaya dan pariwisata di Kabupaten Lebak.
"Saya harapkan, duta Saija-Adinda bisa menjadi bagian terdepan dalam menggali potensi wisata di Kabupaten Lebak," kata Iti Octavia Jayabaya.
Pariwisata, lanjut Iti, merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah (PAD). Dalam usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi pariwisata daerah, diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi.
"Pariwisata dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan di Kabupaten Lebak," kata Iti Octavia, yang didampingi Wakil Bupati Ade Sumardi dan Ketua Dekranasda Muhammad farid Dermawan, dalam acara Grand Final pemilihan duta wisata Saija-Adinda tahun 2017 di Gedung Latansa, Jumat (11/8/17).
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Hayat Sahida, menjelaskan Kabupaten Lebak akan lebih fokus menggali sektor pariwisata yang terbagi menjadi 3 jenis wisata, yaitu wisata alam, wisata budaya dan wisata religi. Kabupaten Lebak memiliki destinasi wisata alam cukup banyak seperti pantai Sawarna, pantai Bagedur, pemandian air panas, kebun teh Cikuya, dan lainnya. Dalam hal wisata budaya, Kabupaten Lebak mempunyai suku Baduy, kemudian acara seren taun kasepuhan Cisungsang, kasepuhan Citorek.
Masihh kata Hayat, yang dimaksud wisata religi, Kabupaten lebak sebagai daerah seribu madrasah, memiliki ribuan pesantren diantaranya pesantren Latansa, yang santrinya mencapai delapan ribuan di Kecamatan Cipanas.
"Setiap minggunya banyak orang tua santri yang berasal dari luar daerah, berkunjung ke Lebak untuk menengok anaknya yang bersekolah di pesantren," tutur Hayat Sahida. (Jaf/har)
