NEWS

Oknum Tim Survey Top Finance Tipu Warga Jayanti

SA, warga Jayanti yang mengaku ditipu oleh oknum tim survey Top Finance.
Bantenekspose.com - Keberadaan perusahaan pembiayaan dana tunai dengan agunan BPKB kendaraan bermotor, memang bisa menjadi solusi  alernatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana dengan pelayanan cepat. Namun disisi lain, tidak sedikit malah menambah masalah.

Itu pula yang kini dialami Siti Aminah (SA), wanita dengan status janda warga kampung Jayanti Desa Cikande Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang. SA mengaku menjadi korban akal bulus oknum karyawan bagian survey  sebuah perusahaan pembiayaan Top Finance cabang Jayanti.

SA menuturkan, akhir bulan ramadhan kemarin menjelang lebaran, salah seorang tetangga mnemuinya dan menawarkan dana cepat, cukup bermodalkan meminjamkan data kependudukan seperti ktp, kk dan rekening listrik, atau bahasanya aplikasi yang biasa  dipakai oleh mereka,  dengan diiming-imingi imbalan lima ratus ribu rupiah.

SA, yang hanya seorang ibu rumah tangga dan tidak punya pengetahuan tentang seluk beluk bisnis seperti itu, mau saja mengikuti proses pencairan dana di perusahaan Top Finance.

Janji tinggalah janji, uang jasa peminjaman aplikasi itu tidak juga diberikan.  Malah, sang oknum karyawan finance itu beralasan dananya tidak dicairkan.

Sebulan berlalu, setelah penolakan aplikasi tiba-tiba ada informasi melalui kolektor finance tersebut, bahwa ada nama SA dalam daftar tagihan perusahaan pembiayaan itu.

SA, yang merasa pengajuan pinjaman atas namanya sudah ditolak tentu saja kaget bukan kepalang dan mengaku tidak terima dibohongi oleh oknum karyawan ini.

“Saya sudah mencoba menanyakan hal ini, kepada pimpinan cabang top finance yang ada di Jayanti, tetapi jawabannya tidak memuaskan dan menganggap kejadian ini hanya salah faham dan akan segera diselesaikan oleh oknum karyawannya yang nakal," Kata SA saat ditemui bantenekspose.com di rumahnya.

Sementara itu, salah seorang pimpinan Top Finance Jayanti, Iyan, saat dikonfirmasi menyatakan tidak tahu menahu ihwal akal-akalan tim surveynya seperti yang dialami SA. “Saya tidak tahu apa-apa terkait masalah itu. Saya hanya menerima berkas yang sudah lengkap saja. Teknis di lapangan saya tidak tahu,” katanya (kabier)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar