Tolak Ternak Ayam Warga Cilograng Demo Camat
0 menit baca
Bantenekspose.com,-Ratusan warga Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Kecamatan setempat,Rabu (26/7).
Dalam tuntutanya pendemo menuding Camat Cilograng Edi telah berbuat sewenang- wenang tanpa memikirkan kepentingan warga secara menyeluruh dalam melaksanakan tugasnya.
Pendemo menuding camat begitu mudah memberikan rekomendasi perizinan ternak ayam sehingga kini perusahaan ternak ayam kian marak di cilograng baik bersekala sedang dan besar,padahal Cilograng masuk pada zona merah sesuai Perda Nomor 2 tahun 2014.
Dari data yang ada sebanyak 26 perusahaan ternak ayam yang kini telah berdiri di Cilograng itu diduga atas rekomendasi camat yang tanpa terlebih dulu di kaji dari sisi dampak lingkungan dan tata ruang.
Selain itu camat yang selalu mementingkan praktek medis di rumah pribadinya sebelum berangkat ke kantor juga di tuding tidak memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga sehingga tak sedikit kebutuhan warga yang terabaikan.Hal itu dikatakan Kordinator aksi Ena Suharna dalam orasinya.
Ena mendesak kepada pihak Kecamatan Cilograng dan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Atap ( DPMPTSP) Kabupaten Lebak untuk segera mencabut dokumen perijinan ternak yg sudah diberikan terhadap pengusaha ternak ayam tersebut, serta mendesak Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lebak dalam waktu dekat agar segera melakukan penutupan dan atau pembongkaran kandang ternak ayam di kecamatan cilograng.
Sementara Edi Suhendi Camat Cilograng mengaku akan segera melakukan evaluasi terkait maraknya ternak ayam di Cilograng dan akan berkordinasi dengan pihak Kabupaten terkait tuntutan warga ikhwal peternakan.
Dikatakan Edi,dalam pembuatan rekomendasi ternak ayam,dirinya hanya memberika rekomendasi kepada perusahaan ternak yang berkafasitas 5000 ekor.
"Saya akan evaluasi keberadaan ternak ayam dan saya hanya merekomendasikan yang berkafasitas 5000 ekor. Dan tuntutan warga ini akan secepatnya dilaporkan ke tingkat Kabupaten,"ujar Edi.
Pantauan dilapangan aksi yang mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Polsek dan Koramil Cilograng sedikit memanas hampir terjadi kericuhan akibat dugaan ada intimidasi yang dilakukan oknum kepada warga yang melakukan aksi demo.(Jaf/Har)
Dalam tuntutanya pendemo menuding Camat Cilograng Edi telah berbuat sewenang- wenang tanpa memikirkan kepentingan warga secara menyeluruh dalam melaksanakan tugasnya.
Pendemo menuding camat begitu mudah memberikan rekomendasi perizinan ternak ayam sehingga kini perusahaan ternak ayam kian marak di cilograng baik bersekala sedang dan besar,padahal Cilograng masuk pada zona merah sesuai Perda Nomor 2 tahun 2014.
Dari data yang ada sebanyak 26 perusahaan ternak ayam yang kini telah berdiri di Cilograng itu diduga atas rekomendasi camat yang tanpa terlebih dulu di kaji dari sisi dampak lingkungan dan tata ruang.
Selain itu camat yang selalu mementingkan praktek medis di rumah pribadinya sebelum berangkat ke kantor juga di tuding tidak memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga sehingga tak sedikit kebutuhan warga yang terabaikan.Hal itu dikatakan Kordinator aksi Ena Suharna dalam orasinya.
Ena mendesak kepada pihak Kecamatan Cilograng dan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Atap ( DPMPTSP) Kabupaten Lebak untuk segera mencabut dokumen perijinan ternak yg sudah diberikan terhadap pengusaha ternak ayam tersebut, serta mendesak Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lebak dalam waktu dekat agar segera melakukan penutupan dan atau pembongkaran kandang ternak ayam di kecamatan cilograng.
Sementara Edi Suhendi Camat Cilograng mengaku akan segera melakukan evaluasi terkait maraknya ternak ayam di Cilograng dan akan berkordinasi dengan pihak Kabupaten terkait tuntutan warga ikhwal peternakan.
Dikatakan Edi,dalam pembuatan rekomendasi ternak ayam,dirinya hanya memberika rekomendasi kepada perusahaan ternak yang berkafasitas 5000 ekor.
"Saya akan evaluasi keberadaan ternak ayam dan saya hanya merekomendasikan yang berkafasitas 5000 ekor. Dan tuntutan warga ini akan secepatnya dilaporkan ke tingkat Kabupaten,"ujar Edi.
Pantauan dilapangan aksi yang mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Polsek dan Koramil Cilograng sedikit memanas hampir terjadi kericuhan akibat dugaan ada intimidasi yang dilakukan oknum kepada warga yang melakukan aksi demo.(Jaf/Har)
