Raskin Menyusut, Kepala Gudang Sebut Itu Akibat Timbangan Eror
0 menit baca
Bantenekspose.com- Kuantitas beras miskin (Raskin) yang di distribusikan Perum Bulog di wilayah Kabupaten Lebak bagian Selatan, dilaporkan banyak yang mengalami penyusutan.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, beberapa waktu lalu.
Beras raskin yang dikemas dalam ribuan karung berisi 15 kg tersebut mengalami penyusutan berat antara 0,5 kg sampai dengan 1,5 kg per karungnya. Beruntung Pemerintah Desa setempat jeli dan paham sehingga beras tersebut ditolak. Namun, kendati sudah melakukan penolakan terhadap beras yang perkarungnya kurang antara 0,5 hingga 1,5 kilogram tersebut, pihak Perum Bulog malah menggantinya dengan beras yang sama dan kuantitasnya pun kurang.
“Yang pertama kami tolak, yang kedua kami tolak juga karena pas ditimbang kuantitasnya kurang. Baru yang ketiga itu kuantitasnya tepat,” ujar Endang Kepala Desa (Kades) Muara Kecamatan Wanasalam, Lebak.
Ditemui di kantornya, Kepala Gudang Sukamanah Perum Bulog Sub Divre Lebak Pandeglang, Masduki menyebutkan, bahwa menyusutnya kuantitas pada Raskin yang didistribusikan ke Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, itu akibat timbangan yang digunakan oleh pihak Desa tidak akurat.
“Awalnya saya juga kaget pada pengiriman ke tiga saya ikut ke Desa Muara dan setelah dilakukan pengecekan sepertinya hal itu terjadi akibat timbangan yang digunakan tidak akurat. Erornya saja timbangan yang digunakan di desa itu ada yang kurang sampai 1,5 kg,” ujarnya.
Dijelaskan Masduki, beras Raskin yang disalurkan ke Desa Muara itu merupakan hasil pengemasan ulang yang dilakukan oleh buruh dari mitra atas instruksi pihak Bulog. Sebab, sebelum dikemas ke karung 15 kg-an beras tersebut dikemas dalam karung 50 kg-an.
“Beras dalam kemasan karung 50 kg-an sekarang sudah habis. Saya menjamin di tahun 2017 ini tidak akan terjadi komplain,” katanya. (Shb-cb)
