Tolak Kenaikan Listrik, Kumala Gelar Demonstrasi
0 menit baca
Bantenekspose.com - Keluarga
Mahasiswa Lebak (Kumala) menyatakan penolakan terhadap kenaikan tarif dasar listrik
di era pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dengan menggelar demonstrasi.
Pantauan wartawan, Kumala yang
menggelar aksi demo di Alun-alun Rangkasbitung berjalan menuju kantor DPRD
Kabupaten Lebak pukul 09.30 WIB dengan pengawalan ketat jajaran Kepolisian Resort
Lebak.
Koordinator aksi Muhammad Maad
mengatakan kebijakan yang diambil menteri ESDM sudah mencederai dan membebani
masyarakat mulai dari harga Bahan Bakar Minyak (BBM) empat kali berturut-turut
mengalami kenaikan dan tahun ini dengan adanya peraturan mentri ESDM nomor 28
tahun 2016 tentang penyesuaian tarif listrik juga mengalami kenaikan yang
signifikan.
“Kami menteri ESDM dicopot dari
jabatannya kenaikan bbm dan tarif dasar listrik sudah jelas membebani
masyarakat,” ujar Maad dalam orasinya di Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (4/5).
Kenaikan tarif dasar listrik ini,
kata Maad dialami oleh kategori 900 Volt Ampere dimana terhitung mulai 1 Mei
2017 TDL 900 VA naik Rp. 329/KWH menjadi 1.352.
Hal tersebut, sambung Maad jelas
sudah meresahkan masyarakat, belum lagi tidak adanya pemberitahuan mengenai
kenaikan TDL ini.
“Kenaikan ini jelas berpengaruh
terhadap harga-harga bahan pokok lainnya belum lagi kita akan menghadapi bulan
suci Ramadhan. Kenaikan ini tentunya sudah tidak berpihak kepada masyarakat,”
katanya.
Karena itu, kata Maad Kumala meminta
pemerintah pusat segera mengembalikan TDL yang sudah mengalami kenaikan
signifikan ini. DPRD Kabupaten Lebak, sambung Maad harus segera membuat
rekomendasi pada kementrian ESDM agar ditinjau ulang kenaikan atau penghapusan
tarif dasar listrik bersubsidi.
“Copot saja mentri ESDM RI,”
tegasnya.
Sementara itu, menanggapi hal
tersebut Anggota DPRD Lebak Komisi II Ridwan Imamul Huda yang didampingi dua
anggota dewan lainnya dari fraksi PKB dan Golkar mengaku akan segera membahas
dan membuat rekomendasi permohonan pengkajian ulang kenaikan tarif dasar
listrik bersama dengan anggota DPRD lainnya.
“Kami juga tidak mengharapkan
kenaikan ini, bukan hanya mahasiswa masyarakat yang lainnya juga mengalami hal
yang sama,” ujar anggota fraksi PPP ini.
Menurut Ridwan, DPRD Lebak juga akan
menyampaikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat melalui aksi normatif yang
digelar Keluarga Mahasiswa Lebak.
“Pasti akan kita sampaikan apalagi
ini mau menghadapi Ramadhan jadi pasti akan kita tindak lanjut,”jelasnya.
Sementara Manajer PLN Area Banten
Selatan, Engkos Kosasih mengatakan PLN disini hanya sebagai pelaksana saja
sedangkan yang mengatur kebijakan soal tarif itu pemerintah.
“Itu sudah ranahnya pemerintah, setau
saya tentang pemberian subsidi tepat sasaran untuk pelanggan daya 900 jadi ada
pelanggan yang masih menerima subsidi (tarifnya tetap yang lama). ada pelanggan
yang tidak menerima subsidi lagi (tarif naik. tetapi naiknya pun bertahap
selama setahun ini).
Yang menentukan siapa yglan berhak
dapat subsidi itu pemerintah bukan PLN begitupun yang menaikkan tarif dan
mekanismenya,” katanya. (dam-Tro)
