Dinilai Boros, KP3B Serukan Stop Dana Pencitraan
0 menit baca
Bantenekspose.com - Miliaran rupiah dana APBD Banten, terserap untuk pencitraan organisasi perangkat daerah (OPD), melalui media cetak, elektronik dan online.
Menurut Ketua Kumpulan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (KP3B) Arie Cahyadi, praktek yang sudah berlangsung lama ini, terkesan pemborosan anggaran. Sebab, manfaatnya tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat.
"Saya nilai praktek tersebut terkesan pemborosan anggaran. Besaran kontraknya pun sangat luar biasa," ujar Arie.
Dikatakan, kalau tujuannya untuk sosialisasi program pembangunan tidak mesti lewat pencitraan yang berbiaya mahal. Cukup dengan mengundang awak media melalui konferensi pers.
"Lewat konferensi pers itulah, wartawan bisa menulis secara obyektif, kinerja Pemprov Banten. Kan tidak boros," ujar Arie.
Boleh saja dipraktekkan seperti yang selama ini terjadi di setiap OPD dan mengacu pada peraturan yang ada, namun akan lebih baik di stop untuk efisiensi APBD.
"Kalau tanya ke saya, pencitraan itu lebih baik distop saja. Itu kental dengan pemborosan anggaran," pungkasnya. (Bes).
Menurut Ketua Kumpulan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (KP3B) Arie Cahyadi, praktek yang sudah berlangsung lama ini, terkesan pemborosan anggaran. Sebab, manfaatnya tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat.
"Saya nilai praktek tersebut terkesan pemborosan anggaran. Besaran kontraknya pun sangat luar biasa," ujar Arie.
Dikatakan, kalau tujuannya untuk sosialisasi program pembangunan tidak mesti lewat pencitraan yang berbiaya mahal. Cukup dengan mengundang awak media melalui konferensi pers.
"Lewat konferensi pers itulah, wartawan bisa menulis secara obyektif, kinerja Pemprov Banten. Kan tidak boros," ujar Arie.
Boleh saja dipraktekkan seperti yang selama ini terjadi di setiap OPD dan mengacu pada peraturan yang ada, namun akan lebih baik di stop untuk efisiensi APBD.
"Kalau tanya ke saya, pencitraan itu lebih baik distop saja. Itu kental dengan pemborosan anggaran," pungkasnya. (Bes).
