Baru Tiga Bulan Dibangun, TPT Jembatan Madur II Ambrol
0 menit baca
Bantenekspose.com - Aliran sungai Cimadur yang sangat deras terjadi belakangan ini membuat tembok penahan tebing (TPT) jembatan Madur II ambrol.
Warga menuding, ambrolnya TPT yang dibangun sebagai penunjang jembatan Cimadur II oleh PT. Pundi senilai Rp.56 miliar dari APBN 2015 itu disebabkan buruknya kualitas bangunan.
Pantauan wartawan, TPT sepanjang 150 meter itu ambrol mencapai 100 meter, dimana tembok sudah nyaris ambruk dan sebagian tembok belah. Ambrolnya TPT, sudah terjadi sekira satu Minggu dan hingga kini belum ada tanda-tanda kerusakan TPT akan diperbaiki.
"Kalau nggak salah, ambrolnya TPT jembatan Madur II sudah hampir satu Mingguan," kata warga kecamatan Bayah, Mulyadi salah seorang warga Bayah, Kamis (16/3/2017).
Ia mendesak, pihak penanggung jawab pembangunan untuk segera memperbaiki kerusakan itu, karena jika dibiarkan kerusakan akan meluas. Karena, posisi TPT berada persis di ruas jalan raya Bayah - Cibareno.
"Harus segera ditangani, karena kalau dibiarkan bisa menggerus badan jalan raya dan ini dapat mengganggu arus lalu lintas," bebernya.
Terpisah, aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Jalan dan Jembatan (Ampijja) Wijaya mengatakan, bahwa ambrolnya TPT karena buruknya kualitas pembangunan.
Ia membeber, bukan hanya kualitas bangunanya yang dinilai sangat buruk, tetapi perencanaan pembangunan juga tidak matang. Soalnya, akibat pembangunan jembatan yang memiliki panjang sekira 100 meter lebih itu mengakibatkan abrasi dan banjir.
"Lihat saja kalau musim hujan, air sungai Cimadur meluap dan membanjiri perumahan warga serta area persawahan. Ini karena, perencanaan konstruksinya asal-asalan," ucap Wijaya.
Sayangnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Satker Pembangunan Jalan dan Jembatan Kemen PUPR wilayah Banten, Subagus dalam keadaan tidak aktif. (CB)
Warga menuding, ambrolnya TPT yang dibangun sebagai penunjang jembatan Cimadur II oleh PT. Pundi senilai Rp.56 miliar dari APBN 2015 itu disebabkan buruknya kualitas bangunan.
Pantauan wartawan, TPT sepanjang 150 meter itu ambrol mencapai 100 meter, dimana tembok sudah nyaris ambruk dan sebagian tembok belah. Ambrolnya TPT, sudah terjadi sekira satu Minggu dan hingga kini belum ada tanda-tanda kerusakan TPT akan diperbaiki.
"Kalau nggak salah, ambrolnya TPT jembatan Madur II sudah hampir satu Mingguan," kata warga kecamatan Bayah, Mulyadi salah seorang warga Bayah, Kamis (16/3/2017).
Ia mendesak, pihak penanggung jawab pembangunan untuk segera memperbaiki kerusakan itu, karena jika dibiarkan kerusakan akan meluas. Karena, posisi TPT berada persis di ruas jalan raya Bayah - Cibareno.
"Harus segera ditangani, karena kalau dibiarkan bisa menggerus badan jalan raya dan ini dapat mengganggu arus lalu lintas," bebernya.
Terpisah, aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Jalan dan Jembatan (Ampijja) Wijaya mengatakan, bahwa ambrolnya TPT karena buruknya kualitas pembangunan.
Ia membeber, bukan hanya kualitas bangunanya yang dinilai sangat buruk, tetapi perencanaan pembangunan juga tidak matang. Soalnya, akibat pembangunan jembatan yang memiliki panjang sekira 100 meter lebih itu mengakibatkan abrasi dan banjir.
"Lihat saja kalau musim hujan, air sungai Cimadur meluap dan membanjiri perumahan warga serta area persawahan. Ini karena, perencanaan konstruksinya asal-asalan," ucap Wijaya.
Sayangnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Satker Pembangunan Jalan dan Jembatan Kemen PUPR wilayah Banten, Subagus dalam keadaan tidak aktif. (CB)
