Cirotan Longsor, Belasan Gurandil Tewas
0 menit baca
Bantenekspose.com - Kawasan hutan blok Cikopo, Desa Citorek Timur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, mangalami longsor, Selasa (6/12/2016) sekira pukul 03.00 WIB. Akibatnya, sebelas orang penambang emas atau gurandil yang tengah menambang di kawasan tersebut tertimbun material longsoran hingga enam orang diantaranya meninggal dunia, sementara tiga orang mengalami luka berat dan dua orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Menurut informasi, belakangan ini di kawasan hutan tersebut marak penambangan emas dan penebangan pohon secara liar hingga hutan menjadi gundul. Pada saat kejadian, hujan cukup lebat mengguyur wilayah tersebut. Sebelas gurandil tengah melakukan penambangan di bawah bukit hutan, tanpa disadari tiba-tiba lubang yang tengah digali itu tertutup. Namun, longsor tak berhenti disitu. Longsor yang lebih besar kembali terjadi hingga kesebelas gurandil itu terhanyut diantara material longsor.
Masyarakt dan aparat desa setempat melakukan evakuasi. Hingga akhirnya kesebelas gurandil tersebut ditemukan. Namun, enam diantaranya sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Berikut data korban :
* Juandi (45) Bin Arcana warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Endi (27) Bin Enjus warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Adta (50) Bin Sukarta warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Endar (30) Bin Jamsuki warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Uhen (30) Bin Jamsuki warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Idik (35) warga Kampung Gunung Bongkok, Desa Gunung Wangun. (Tewas)
* Nendi (35) Bin Jamata warga Kampung Sukamaju, Desa Situmulya. (Luka berat)
* Maya Bin Ukay warga Kampung Ciater, Desa Situmulya. (Luka berat)
* Elen Bin Uhendi warga Kampung Cisitu, Desa Kujangsari. (Luka berat)
* Uhandi Bin Senur waga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Selamat)
* Lepi Bin Aban warga Kampung Lebak Larang, Desa Mekarsari. (selamat).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Kaprawi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya juga sudah meninjau lokasi longsor. Dikatakan Kaprawi, saat ini kondisi cuaca sedang buruk diperkirakan hingga pertengahan Desember nanti.
“Saya menghimbau agar masyarakat waspada, karena sekarang cuaca sangat buruk. Terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah pegunungan, kalau sekiranya ada tanda-tanda longsor segera menyelamatkan diri,” katanya. (Ratu/chanelbanten.com)
Menurut informasi, belakangan ini di kawasan hutan tersebut marak penambangan emas dan penebangan pohon secara liar hingga hutan menjadi gundul. Pada saat kejadian, hujan cukup lebat mengguyur wilayah tersebut. Sebelas gurandil tengah melakukan penambangan di bawah bukit hutan, tanpa disadari tiba-tiba lubang yang tengah digali itu tertutup. Namun, longsor tak berhenti disitu. Longsor yang lebih besar kembali terjadi hingga kesebelas gurandil itu terhanyut diantara material longsor.
Masyarakt dan aparat desa setempat melakukan evakuasi. Hingga akhirnya kesebelas gurandil tersebut ditemukan. Namun, enam diantaranya sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Berikut data korban :
* Juandi (45) Bin Arcana warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Endi (27) Bin Enjus warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Adta (50) Bin Sukarta warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Endar (30) Bin Jamsuki warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Uhen (30) Bin Jamsuki warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Tewas)
* Idik (35) warga Kampung Gunung Bongkok, Desa Gunung Wangun. (Tewas)
* Nendi (35) Bin Jamata warga Kampung Sukamaju, Desa Situmulya. (Luka berat)
* Maya Bin Ukay warga Kampung Ciater, Desa Situmulya. (Luka berat)
* Elen Bin Uhendi warga Kampung Cisitu, Desa Kujangsari. (Luka berat)
* Uhandi Bin Senur waga Kampung Sukatani, Desa Situmulya. (Selamat)
* Lepi Bin Aban warga Kampung Lebak Larang, Desa Mekarsari. (selamat).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Kaprawi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya juga sudah meninjau lokasi longsor. Dikatakan Kaprawi, saat ini kondisi cuaca sedang buruk diperkirakan hingga pertengahan Desember nanti.
“Saya menghimbau agar masyarakat waspada, karena sekarang cuaca sangat buruk. Terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah pegunungan, kalau sekiranya ada tanda-tanda longsor segera menyelamatkan diri,” katanya. (Ratu/chanelbanten.com)
