Abaikan Kualitas, Ruas Jalan Curug Lemo Disoal Warga
0 menit baca
| Kondisi ruas jalan di Curug Lemo, Mandalawangi |
Hasil pantauan di lokasi, (Ahad, 25/12), pembangunan Jalan hotmik sepanjang tiga kilometer itu, terlihat sudah banyak yang rusak. Padahal terlihat
jelas, di papan proyek mulai dikerjakan 19 oktober dengan
lama pekerjaan 70 hari kalender, tetapi di bahu kiri kanan jalan, nampak terlihat rusak.
Menurut Marsunah, salah seorang warga saat ditemui di lapangan, mengatakan pekerjaan yang
dilaksanakan oleh pemborong tersebut seperti tidak maksimal. “Wajar saja bila pembangunan jalan dengan mengunakan
hotmik baru selesai dikerjakan, sudah banyak yang rusak. Pengerjaannya pun sambil hujan-hujan dan terkesan dipaksakan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator
Forum Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Kabupaten Pandeglang, M. Iqbal
Ajie, menilai kondisi tersebut akibat pekerjaan diberikan kepada pelaksana yang
tidak professional dan hanya mengedepankan keuntungan saja. Sementara aspek
kualitas pekerjaan dan kepentingan masyarakat diabaikan.
“Kami menilai pelaksana proyek
kurang professional dan terkesan mengejar target waktu penyelesaian pekerjaan. Soal
kualitas nampak diabaikan,” ujar Iqbal.
Kondisi ini, lanjut Iqbal,
jelas seperti sebuah kerikil yang harus dibersihkan dalam proses pembangunan
infrastruktur di Kabupaten Pandeglang. Apalagi dana yang digunakan adalah murni
APBD Kabupaten Pandeglang. Seharusnya aspek, kualitas jangan diabaikan. Apalagi
menyangkut penggunaan dana APBD Pandeglang.
Forum OKP Pandeglang, kata
Iqbal, tidak akan tutup mata dengan persoalan pembangunan yang ada di wilayah
Kabupaten Pandeglang. “Kami yang tergabung di Forum OKP, jelas merasa kecewa
dengan pola pembangunan infrastruktur jalan seperti ini. Bila Pemkab Pandeglang
masih tutup mata dengan persoalan semacam ini, kami tidak akan diam,” katanya.
(Nurhasan/Roj)